Meneladani Empat Bulan Haram yang Penuh Kemuliaan

  • 17 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memasuki tahun baru Islam, perhatian umat Muslim di seluruh dunia kembali tertuju pada bulan Muharam. Bulan yang membuka lembaran kalender Hijriah ini bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan sebuah momentum spiritual yang sarat akan nilai-nilai ketuhanan dan sosial. Keistimewaan bulan ini telah digariskan secara kokoh di dalam kitab suci Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia.

Ustaz Muhammad Khozin dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda menjelaskan secara mendalam mengenai kedudukan terhormat bulan Muharam di mata Allah Swt. Menurutnya, pemahaman mengenai eksklusivitas bulan ini sangat penting agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan emas untuk mendulang pahala. Landasan teologis dari keutamaan ini merujuk langsung pada wahyu ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Di dalam tatanan hukum Islam, terdapat konsep yang dikenal sebagai bulan-bulan haram, yakni waktu-waktu di mana kesucian sangat dijaga dan segala bentuk kezaliman dilarang keras. Tradisi menghormati bulan mulia ini bahkan telah mengakar sejak zaman pra-Islam dan kemudian dimurnikan penafsirannya melalui syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

"Bulan Muharam ini termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah, sebagaimana tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 36,” ujar Ustaz Khozin, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Secara rinci, empat bulan yang masuk ke dalam kategori suci tersebut meliputi tiga bulan yang berurutan dan satu bulan yang terpisah. Ketiga bulan yang berurutan adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, sedangkan satu bulan yang berdiri sendiri di pertengahan tahun adalah bulan Rajab. Keempatnya memiliki bobot spiritual yang setara dalam hal pelipatan nilai amalan.

Selama periode bulan-bulan haram ini, intensitas ibadah ritual maupun sosial harus ditingkatkan secara signifikan oleh setiap Muslim. Tindakan kebajikan sekecil apa pun akan mendapatkan apresiasi pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt. Di sisi lain, melakukan perbuatan dosa dan maksiat pada bulan-bulan ini juga membawa konsekuensi dosa yang jauh lebih berat dibanding bulan biasa.

"Di bulan-bulan mulia ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah, sedekah, dan kepedulian sosial karena pahalanya dilipatgandakan,” katanya.

Dengan demikian, bulan Muharam menjadi waktu yang ideal untuk melakukan refleksi total dan perbaikan kualitas diri. Peningkatan kepedulian sosial seperti menyantuni anak yatim dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan menjadi implementasi nyata dari kesucian bulan ini. Semangat Muharam sepatutnya melahirkan kesalehan individu yang berdampak pada kesalehan sosial kemasyarakatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....