Memaknai Tahun Baru Islam dengan Hijrah dan Introspeksi Diri
- 16 Jul 2026 18:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi diri sekaligus menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Ustaz Rahmatullah menjelaskan peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah dipilih sebagai awal penanggalan Islam.
"Momentum hijrah Nabi adalah simbol bagaimana Nabi melakukan transformasi dari masyarakat jahiliah menuju masyarakat yang berperadaban. Bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah menuju keadaan yang lebih baik," ujarnya.
Semangat hijrah perlu dimaknai sebagai dorongan untuk terus memperbaiki kualitas diri. Tahun Baru Hijriah menjadi momen untuk memperbaiki diri dan meninggalkan perilaku yang tidak membawa manfaat. Perubahan tersebut tidak harus dilakukan secara instan, tetapi dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ustaz Rahmatullah mengingatkan agar masyarakat tidak menunda keinginan untuk berubah. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kesempatan hidup akan berakhir.
"Jangan pakai kata nanti. Kita tidak tahu kapan Allah memanggil kita. Hijrah itu harus segera dilakukan agar hidup kita benar-benar berubah ke arah yang lebih baik," kata Ustaz Rahmatullah.
Keberhasilan hijrah tidak diukur dari seberapa cepat seseorang berubah, melainkan dari kesungguhan untuk terus berproses. Istikamah menjadi kunci agar perubahan yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....