Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong Dibekali Keterampilan Eco Enzym
- 27 Jun 2026 14:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur memberikan pelatihan pembuatan Eco Enzym bagi warga binaan di Lapas Perempuan Tenggarong, Selasa, 24 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan kerja sama antara Lapas Perempuan Tenggarong, Laskar Bunga Pertiwi, dan Mercy Ministry.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari BRMP Kalimantan Timur, Bachrian Pebriyadi, memaparkan sekaligus mempraktikkan langsung proses pembuatan Eco Enzym. Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan secara praktis.
Eco Enzym diperkenalkan sebagai teknologi sederhana berbasis fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat, baik untuk rumah tangga maupun sektor pertanian. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep, pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga pemanfaatan produk akhir.
Dalam sesi praktik, para warga binaan diajak langsung untuk mempersiapkan bahan dan mengikuti setiap tahapan pembuatan Eco Enzym secara berkelompok. Metode pembelajaran interaktif ini membuat peserta lebih mudah memahami proses dan manfaat yang dihasilkan.
Narasumber pelatihan, Bachrian Pebriyadi, menekankan bahwa Eco Enzym bukan hanya solusi pengelolaan limbah, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara mandiri. Menurutnya, keterampilan sederhana ini dapat menjadi bekal penting setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
“Eco Enzym ini sederhana, tapi manfaatnya luas. Selain membantu mengurangi limbah organik, juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian,” ujar Bachrian Pebriyadi.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 warga binaan pemasyarakatan yang berada di Lapas Perempuan Tenggarong. Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias, terutama saat praktik langsung pembuatan Eco Enzym bersama instruktur.
Petugas pembinaan Lapas bersama perwakilan Laskar Bunga Pertiwi dan Mercy Ministry turut mendampingi jalannya kegiatan untuk memastikan proses pelatihan berjalan lancar dan tertib. Kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat kualitas pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Hasil dari pelatihan ini direncanakan akan dipanen pada 23 Desember 2026 dengan estimasi produksi sekitar 20 liter cairan Eco Enzym. Produk tersebut menjadi bagian dari evaluasi keberhasilan pelatihan berbasis praktik.
| Baca juga: MNQ ke-12 Desa Bakungan Resmi Dibuka |
Perwakilan BRMP Kalimantan Timur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata diseminasi inovasi teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan sosial berbasis keterampilan.
“Harapannya, keterampilan ini tidak berhenti di dalam pelatihan saja, tetapi bisa diterapkan secara berkelanjutan sebagai bekal kemandirian ekonomi setelah warga binaan kembali ke masyarakat,” ucap Bachrian perwakilan BRMP Kalimantan Timur ini.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kalimantan Timur berharap terjadi peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha produktif bagi warga binaan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....