Kisah Qatadah bin Nu'man, Sahabat Nabi yang Matanya Dikembalikan Rasulullah SAW
- 26 Jun 2026 07:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Qatadah bin Nu'man radhiyallahu 'anhu merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai perawi hadis sekaligus pejuang yang memiliki kecintaan luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW. Namanya dikenang dalam sejarah Islam karena sebuah kisah yang masyhur, yakni matanya yang terluka dalam peperangan kemudian dikembalikan seperti semula oleh Rasulullah SAW atas izin Allah SWT.
Kisah tersebut disampaikan oleh Habib Muhammad Al Habsyi dalam salah satu ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube dan dikutip pada Kamis 25 Juni 2026.
Habib Muhammad Al Habsyi menjelaskan, Qatadah bin Nu'man merupakan sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Dalam sebuah peperangan, ia rela menghadang anak panah yang mengarah kepada Nabi dengan tubuhnya sendiri.
Qatadah pernah mengungkapkan dirinya berusaha menghalangi setiap anak panah yang menuju Rasulullah SAW, bahkan menggunakan wajahnya demi melindungi beliau.
| Baca juga: Menelusuri Sejarah Lahirnya Kalender Hijriah |
Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa anak panah terakhir mengenai bola mata Qatadah hingga terlepas dan jatuh ke pipinya. Meski mengalami luka yang sangat berat, ia tetap tenang karena bola matanya masih tersambung oleh satu urat.
Alih-alih panik, Qatadah memilih mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk.
Ketika melihat Qatadah datang sambil membawa bola matanya, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT agar sahabatnya mendapatkan perlindungan dan kesembuhan.
Kemudian Nabi Muhammad SAW mengusap mata tersebut dan meletakkannya kembali ke tempat semula sambil berdoa:
"Allahumma hassinha jamālan."
"Ya Allah, hiasilah mata itu dengan keindahan."
Atas izin Allah SWT, mata Qatadah kembali normal. Bahkan, menurut riwayat, penglihatannya menjadi lebih baik dan lebih tajam dibandingkan sebelumnya. Sejak saat itu, matanya tidak pernah mengalami gangguan hingga akhir hayatnya.
Dalam riwayat lain yang sering dikisahkan para ulama, Rasulullah SAW menawarkan kepada Qatadah untuk bersabar atas musibah yang dialaminya dengan balasan surga.
Namun, Qatadah menyampaikan keinginannya secara jujur. "Ya Rasulullah, aku sedang mencintai seorang perempuan. Jika ia melihat mataku dalam keadaan seperti ini, aku khawatir ia akan merasa takut. Namun, aku juga menginginkan surga."
Rasulullah SAW pun menunjukkan kebijaksanaannya. Beliau mendoakan kesembuhan Qatadah sehingga matanya kembali sempurna, sementara pahala dan harapan memperoleh surga tetap menjadi ganjaran atas pengorbanannya.
Keajaiban tersebut menjadi kebanggaan keluarga Qatadah. Dikisahkan, suatu ketika putra Qatadah bertemu dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Saat ditanya mengenai jati dirinya, ia menjawab dengan penuh kebanggaan bahwa dirinya adalah anak dari sahabat yang matanya pernah terlepas, kemudian dikembalikan oleh tangan Rasulullah SAW dengan cara yang paling sempurna.
Kisah itu terus diceritakan sebagai bukti kemuliaan ayahnya sekaligus kecintaan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.
Kisah Qatadah bin Nu'man mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam, di antaranya:
- Cinta yang tulus kepada Rasulullah SAW dibuktikan melalui pengorbanan, bukan sekadar ucapan.
- Tetap menjaga adab dan meminta petunjuk kepada Rasulullah SAW meskipun berada dalam situasi yang sangat sulit.
- Doa Rasulullah SAW menjadi keberkahan dan sebab kesembuhan atas izin Allah SWT.
- Islam mengajarkan keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat melalui solusi yang penuh hikmah.
Semoga kisah Qatadah bin Nu'man radhiyallahu 'anhu dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meneladani pengorbanan para sahabat dalam membela agama Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....