Hari Asyura dan Hikmah yang Bisa Kita Ambil

  • 18 Jun 2026 06:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Asyura adalah hari yang mulia. Kemuliaannya sudah ada jauh sebelum zaman Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassalam.

Sejak zaman Nabi Adam, hari Asyura sudah dianggap penting.

Para nabi setelahnya, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Yusuf, dan Nabi Sulaiman alaihissalam, juga mengetahui bahwa hari Asyura adalah hari yang istimewa.

Dilansir dari laman you tobe Yayasan AhbabuzZahro, Rabu, 17 Juni 2026.

Ustazah Halimah Allaydrus menjelaskan pada hari Asyura Allah subhanahu wa ta’ala banyak menurunkan rahmat, hidayah, dan kasih sayang.

Allah yang Maha Dermawan sering mengabulkan hajat, menyembuhkan orang sakit, dan melimpahkan hadiah kebaikan kepada hamba-Nya.

" Allah memuliakan hari Asyura dengan memberi lebih banyak dibandingkan hari-hari lain, " ujar ustazah Halimah .

Peristiwa paling dikenal pada hari Asyura adalah Allah menyelamatkan Nabi Musa alaihissalam dari kejahatan Firaun.

Karena itu, orang-orang Yahudi juga memuliakan hari Asyura.

Mereka biasa berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil.

Awalnya, puasa Asyura hukumnya wajib bagi umat Islam.

Setelah Allah mewajibkan puasa Ramadhan pada tahun kedua Hijriah, puasa Asyura kemudian berubah hukumnya menjadi sunnah.

Ada perbedaan cara puasa antara orang Yahudi dan umat Islam. Orang Yahudi puasa tanpa sahur, sedangkan umat Islam dianjurkan sahur.

Nabi Muhammad bersabda agar kita jangan meninggalkan sahur, supaya puasa kita berbeda dengan puasanya orang Yahudi.

Walaupun ada yang kuat puasa tanpa sahur, sebaiknya tetap sahur karena bisa menambah kekuatan.

Ketika Nabi mendengar orang Yahudi berpuasa Asyura, beliau bersabda Kita lebih berhak untuk mensyukuri keselamatan Nabi Musa.

Lalu Sallallahu alaihi wassalam berniat, jika usianya sampai tahun depan, beliau akan berpuasa pada hari kesembilan Zulhijah juga, yaitu hari Tasu’a.

Tujuannya agar puasa kita tidak sama persis dengan puasa orang Yahudi.

Jadi, selain puasa Asyura tanggal 10 Muharram, kita disunnahkan juga berpuasa Tasu’a tanggal 9 Muharram.

Semoga Allah memberi kita ilmu yang bermanfaat dan memudahkan kita mengamalkan puasa Asyura dan Tasu’a. Masya Allah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....