Tradisi Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam

  • 14 Jun 2026 13:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tradisi berjalan keliling kampung membawa obor bambu diselenggarakan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari tokoh adat, perangkat desa, hingga pemuda turut serta. Para peserta berjalan beriringan sambil mengumandangkan selawat dan takbir di sepanjang rute perjalanan.

Acara keagamaan ini dilaksanakan tepat pada malam pergantian tahun baru Islam, 1 Muharam. Pawai obor biasanya dimulai dari pusat kota, lalu bergerak menyusuri kawasan pemukiman warga hingga memadati area di sepanjang jalan protokol.

Pelaksanaan pawai obor memiliki fungsi sosial yang mendalam untuk penguatan karakter komunitas lokal. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah dalam Jurnal Altifani, kegiatan ini menggunakan 'participatory approach' atau pendekatan partisipatif. Studi tersebut menegaskan bahwa keterlibatan lintas generasi terbukti efektif memperkuat persaudaraan sesama Muslim.

Penelitian sosiologi budaya yang dimuat dalam Sibatik Journal menjelaskan nilai religiusitas tradisi ini. Nyala api pada obor bambu memiliki makna simbolis penerang jalan menuju kebaikan. Situs resmi tersebut menyatakan tradisi ini merepresentasikan semangat hijrah Nabi Muhammad SAW.

Dari perspektif edukasi, perayaan tahunan menjadi media memperkenalkan kalender Hijriah kepada anak-anak. Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia secara konsisten mendukung penuh pelaksanaan tradisi daerah. Dukungan tersebut diberikan guna menjaga kelestarian budaya Islam yang bernilai luhur di Indonesia.

Melalui rilis resmi Humas Kementerian Agama Provinsi Maluku, penyuluh agama memberikan penjelasan penting. Pihak kementerian menyatakan esensi kegiatan adalah pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga akhlak. Umat Muslim juga diimbau merawat toleransi serta mempererat persatuan bangsa pasca-perayaan hari besar.

Kementerian Agama Kota Palu melaporkan teknis rute pelaksanaan diintegrasikan dengan kantor kelembagaan negara. Langkah tersebut diambil sebagai simbol sinergi nyata antara pemerintah dan lembaga pendidikan Islam. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat modern.

Kegiatan pawai obor kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya religius nusantara. Tradisi unik ini terbukti sukses memadukan nilai keagamaan spiritual dengan semangat kebersamaan lokal. Melalui nyala cahaya obor, masyarakat menaruh harapan besar bagi kedamaian bangsa ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....