Diskominfo Kaltim Ajak Warga Lawan Judi Online

  • 30 Mei 2026 20:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda : Judi online kini dinilai bukan lagi sekadar persoalan moral, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius yang berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga, kesehatan mental masyarakat, hingga ketahanan digital daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, saat menjadi narasumber dalam Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan Digital bertema “Generasi Cerdas: Berdaya Tanpa Judi Online dan Pinjaman Ilegal” yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di Gedung B OJK Kaltim Kaltara, Jumat 29 Mei 2026.

Menurut Faisal, maraknya praktik judi online telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan guna mencegah masyarakat terjerumus ke dalam aktivitas ilegal tersebut.

“Judi online bukan lagi sekadar persoalan moral, melainkan telah menjadi ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi keluarga, kesehatan mental masyarakat, hingga ketahanan digital daerah,” kata Muhammad Faisal.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, teknologi juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan praktik perjudian online dan pinjaman ilegal yang menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Literasi digital dan literasi keuangan menjadi benteng utama agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu mengenali risiko serta tidak mudah terjebak dalam praktik judi online maupun pinjaman ilegal,” ujarnya.

Faisal menambahkan, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif.

Seminar yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab.

“Generasi muda harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas, produktif, dan berdaya, bukan menjadi korban dari penyalahgunaan teknologi digital,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....