Puasa Arafah jelang Iduladha Penuh Keutamaan
- 25 Mei 2026 13:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, salah satunya puasa sunnah, terutama puasa Arafah yang dilaksanakan setiap 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Iduladha. Ibadah ini menjadi salah satu amalan istimewa bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, karena memiliki keutamaan besar dan pahala yang luas.
Puasa Arafah dikenal sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah menyebut puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Keutamaan ini menunjukkan besarnya rahmat Allah Swt. bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah dengan ikhlas dan penuh keimanan.
Selain bernilai pahala besar, puasa Arafah juga menjadi sarana pembinaan spiritual dan penguatan karakter. Menahan lapar, haus, serta hawa nafsu mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi umat Islam dalam memperkuat ketakwaan dan menjaga perilaku sehari-hari.
Momentum puasa menjelang Iduladha juga mendorong umat Islam memperbanyak doa, zikir, serta introspeksi diri. Waktu-waktu ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebut sebagai hari-hari yang sangat dicintai Allah Swt. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memaksimalkan amal saleh, termasuk puasa sunnah, sedekah, dan memperbanyak istigfar.
| Baca juga: Keagungan Doa dan Ampunan di Padang Arafah |
Mengacu pada keterangan Kementerian Agama RI, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Pada masa itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt. sekaligus persiapan menyambut Hari Raya Kurban.
Secara sosial, puasa sunnah juga menumbuhkan rasa empati dan kepedulian kepada sesama. Dengan merasakan lapar dan dahaga, seseorang diajak memahami kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Dari sini, nilai syukur, solidaritas, dan semangat berbagi dapat tumbuh lebih kuat menjelang momentum Iduladha.
Karena itu, puasa Arafah bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan ibadah yang sarat makna spiritual, moral, dan sosial. Melalui amalan ini, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas iman, memperoleh keberkahan hidup, serta menyambut Iduladha dengan hati yang lebih bersih, penuh syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....