Keutamaan Puasa Muharram dan Asyura, Buya Yahya Jelaskan Keistimewaannya Lengkap

  • 17 Jun 2026 17:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bogor – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram memiliki banyak keutamaan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah serta memperbaiki diri.

Meskipun seseorang baru mengetahui keistimewaan bulan Muharram, tidak ada kata terlambat untuk memulai berbagai amalan kebaikan. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah puasa sunnah Muharram, terutama Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Dikutip dari kajian yang disampaikan Buya Yahya melalui kanal YouTube, Rabu 17 Juni 2026, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah selama bulan yang penuh berkah tersebut.

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram," ujar Buya Yahya mengutip hadits Rasulullah SAW.

Menurut Buya Yahya, salah satu hari yang paling agung di bulan Muharram adalah Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW berharap puasa pada hari tersebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Dosa-dosa kecil yang dimaksud antara lain kesalahan yang dilakukan tanpa disadari, seperti menjaga pandangan yang kurang sempurna, ucapan yang tidak baik, maupun kekhilafan lain dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh dan tidak cukup hanya dengan berpuasa.

Ia juga menjelaskan bahwa Puasa Asyura telah dikenal sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadan. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan pengikutnya dari kejaran Fir'aun. Rasulullah SAW kemudian menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak untuk mensyukuri peristiwa tersebut dan menganjurkan umatnya berpuasa pada Hari Asyura.

Untuk membedakan amalan umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi, Rasulullah SAW menganjurkan agar Puasa Asyura disertai dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Karena itu, umat Islam disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, atau 10 dan 11 Muharram.

Buya Yahya menegaskan bahwa menjalankan Puasa Asyura beserta puasa pendampingnya merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat identitas keislaman.

Mari manfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, dan memperbaiki akhlak. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, ampunan, serta kekuatan kepada kita semua untuk terus istiqamah dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Aamiin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....