Keagungan Doa dan Ampunan di Padang Arafah

  • 01 Jun 2026 13:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Padang Arafah menjadi tempat bernaung jutaan jemaah haji yang datang tanpa kemegahan bangunan di sekelilingnya. Mereka berdiri di atas tanah tandus yang luas dan sederhana demi bersimpuh menyerahkan diri kepada Allah.

Sekretaris Lembaga Pembina Muallaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, Ustaz Nirhamna Hanif Fadillah, mengatakan makna sejati ibadah haji terletak doa. Saat seorang hamba berdiri dan duduk bersimpuh memohon ampunan dengan harapan yang menggetarkan jiwa di padang Arafah dan melepaskan duniawinya.

"Berdiri menghadap langit, menyerahkan diri sepenuhnya kepada yang maha pengampun, memintakan itu semuanya. Jadi tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah," kata Ustaz Nirhamna.

Pada hari istimewa tersebut, Allah akan mendengarkan doa-doa umat-Nya. Momentum emas ini menjadi sarana terbaik bagi manusia untuk mengetuk pintu magfirah dan menghapus noda dosa.

"Jadi, hari Arafah itu atau wukuf pada saat itu tidak ada dosa yang banyak diampunkan Allah, membebaskan dari api neraka lebih banyak kecuali daripada hari Arafah pada saat itu. Masyaallah," ujarnya.

Namun, bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, kesempatan emas ini dapat dihargai dengan menjalankan ibadah puasa Arafah. Keutamaan puasa satu hari ini sangat luar biasa karena mampu menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

Ustaz Nirhamna mengingatkan agar momentum spiritual yang mustajab ini jangan sampai disia-siakan begitu saja. Umat Islam diajak untuk membuang sifat egois dan kembali menghamba karena Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....