Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: Bertindak Lokal, Dampak Global
- 23 Mei 2026 20:42 WIB
- Samarinda
Convention on Biological Diversity (CBD)
| Baca juga: Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi |
RRI.CO.ID, Samarinda – Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati setiap 22 Mei sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberagaman makhluk hidup di bumi. Pada tahun 2026, peringatan ini mengusung tema “Acting Locally for Global Impact” atau “Bertindak Lokal untuk Dampak Global”.
Melansir laman Convention on Biological Diversity (CBD), tema tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai melakukan aksi nyata dari lingkungan sekitar demi menjaga kelestarian alam secara global. Langkah sederhana seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga menjaga ekosistem dinilai dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan kehidupan di masa depan.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Hutan tropis Indonesia menjadi habitat bagi ribuan spesies flora dan fauna endemik, sekaligus berperan penting sebagai paru-paru dunia. Keanekaragaman hayati tersebut menjadi aset penting bagi keseimbangan ekosistem dan pembangunan berkelanjutan.
Namun, ancaman terhadap keanekaragaman hayati terus meningkat akibat perubahan iklim, pencemaran lingkungan, deforestasi, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa kerusakan alam dapat berdampak langsung terhadap kehidupan manusia, ekonomi, hingga ketahanan pangan global.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.
Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan aksi kecil yang dilakukan secara konsisten, kelestarian lingkungan dapat terus terjaga demi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....