Pentingnya Sedekah dan Hidup Sederhana di tengah Kondisi Ekonomi Sulit

  • 19 Mei 2026 12:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, masyarakat diajak untuk tetap menjaga kepedulian sosial dan tidak kehilangan semangat berbagi kepada sesama. Sikap tersebut dinilai menjadi salah satu cara menjaga keberkahan hidup meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi.

Ustaz Achmad Effendi dari Sahabat Misykat Indonesia menjelaskan, sedekah tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta. Menurutnya, banyak orang beranggapan bahwa berbagi hanya dapat dilakukan ketika kondisi finansial sudah mapan. Padahal, bersedekah saat keadaan sulit justru dapat melatih keikhlasan serta meningkatkan rasa syukur.

Dalam pandangan manusia, memberi ketika kondisi ekonomi sedang sempit memang terlihat mengurangi jumlah harta yang dimiliki. Namun, dalam ajaran Islam, sedekah diyakini mampu membuka pintu keberkahan dan memperluas rezeki dengan cara yang tidak terduga.

“Punya uang Rp10 ribu lalu bersedekah Rp5 ribu, secara hitungan manusia memang berkurang. Namun, jika kita niatkan kepada Allah, maka Allah bisa menggantinya dengan lebih banyak,” ujar Ustaz Achmad Effendi, dikutip pada Selasa 19 Mei 2026.

Selain mengajak masyarakat untuk rajin bersedekah, Ustaz Achmad Effendi juga mengingatkan pentingnya menghindari perilaku berlebih-lebihan atau israf. Saat ini, banyak pengeluaran dilakukan bukan berdasarkan kebutuhan utama, melainkan demi mengikuti tren dan gaya hidup.

Kebiasaan membeli makanan secara berlebihan maupun terlalu sering nongkrong demi konten media sosial menjadi contoh perilaku konsumtif yang dapat memperburuk kondisi keuangan. Jika terus dilakukan, gaya hidup seperti itu berpotensi memicu kecemasan ekonomi dalam rumah tangga.

Ia menegaskan, hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kesusahan. Kesederhanaan justru mencerminkan kemampuan seseorang dalam menempatkan kebutuhan secara proporsional tanpa harus mengikuti gengsi sosial atau tekanan lingkungan sekitar.

Di akhir penyampaiannya, Ustaz Achmad Effendi mengajak masyarakat untuk tetap berikhtiar, bersyukur, serta memperbanyak doa agar diberikan ketenangan hati dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu. Menurutnya, keseimbangan antara usaha, doa, dan kepedulian sosial menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih berkah dan tenteram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....