Memahami Sikap Qanaah dalam Kehidupan

  • 18 Mei 2026 13:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dirasakan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi rumah tangga, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental masyarakat.

Ketua Sahabat Misykat Indonesia, Ustaz Achmad Effendi, menjelaskan pentingnya menjaga keberkahan hidup di tengah tekanan ekonomi. Dalam situasi serba mahal, masyarakat dinilai rentan kehilangan rasa syukur dan terjebak pada gaya hidup konsumtif.

Persoalan terbesar bukan hanya soal sedikitnya penghasilan, melainkan hilangnya rasa cukup dalam diri manusia. Banyak orang sebenarnya berkecukupan, namun terus membandingkan hidup dengan orang lain.

“Kadang yang membuat hati gelisah itu bukan kecilnya pendapatan, tapi besarnya keinginan,” ujar Ustaz Achmad Effendi saat menjadi narasumber Hikmah Pagi Pro4 Samarinda, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Konsep qanaah dalam Islam bukan berarti menyerah tanpa usaha. Qanaah justru dilakukan dengan ikhtiar maksimal. Seseorang tetap diwajibkan bekerja keras, namun menerima hasil dengan hati yang tenang dan penuh syukur.

Ustaz Achmad Effendi mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan konsumtif dianggap sebagai salah satu penyebab tekanan ekonomi rumah tangga.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar apa yang belum ada, sampai lupa mensyukuri apa yang sudah Allah titipkan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan hidup sederhana dan memperbanyak sedekah. Keberkahan hidup tidak selalu diukur dari jumlah harta, melainkan dari ketenangan hati dan rasa syukur yang dimiliki seseorang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....