Keutamaan Bulan Zulhijah dan Hari Arafah dalam Islam

  • 19 Mei 2026 10:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Sepuluh hari pertama di bulan ini memiliki keistimewaan besar karena dipenuhi berbagai amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim. Pada bulan ini pula, umat Islam akan memasuki Hari Arafah dan merayakan Hari Raya Iduladha.

Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji bagi umat Islam yang mampu, bulan Zulhijah juga identik dengan ibadah kurban. Menyembelih hewan kurban menjadi salah satu sunah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaji Halimah Alaydrus pada Selasa 19/5/2026, Ustazah Halimah Alaydrus menjelaskan pentingnya mengisi hari-hari mulia di awal Zulhijah dengan berbagai amal ibadah. Menurutnya, mulai tanggal 1 hingga 10 Zulhijah merupakan waktu yang sangat istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam penjelasannya, ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” Ayat tersebut menunjukkan betapa agungnya waktu fajar dan malam-malam pada sepuluh hari pertama Zulhijah.

Ustazah Halimah Alaydrus menyampaikan bahwa para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai makna “wal fajr” atau “demi fajar” dalam ayat tersebut. Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah waktu fajar setiap hari karena merupakan salah satu waktu paling mulia untuk beribadah dan memohon keberkahan.

“Jangan sampai fajar terbit dan kamu masih dalam keadaan tidur,” ujar Ustazah Halimah Alaydrus.

Menurutnya, waktu menjelang subuh merupakan saat yang penuh rahmat dan keberkahan. Ia mengajak umat Muslim untuk membiasakan bangun lebih awal, meskipun hanya beberapa menit sebelum waktu subuh tiba.

Selain itu, terdapat pula pendapat ulama yang menyebutkan bahwa “wal fajr” merujuk pada fajar kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Fajar kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiulawal dianggap sebagai salah satu waktu paling mulia karena menjadi momen lahirnya manusia paling agung di muka bumi.

Dalam beberapa tafsir Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa fajar Hari Arafah pada 9 Zulhijah termasuk waktu yang sangat istimewa. Hari Arafah dikenal sebagai salah satu hari terbaik sepanjang tahun karena menjadi momentum utama pelaksanaan wukuf bagi jemaah haji dan waktu mustajab untuk berdoa.

Ustazah Halimah Alaydrus menegaskan, waktu fajar merupakan waktu terbaik sepanjang 24 jam kehidupan manusia. Bahkan, menurut sejumlah ulama, fajar terbaik sepanjang tahun adalah fajar Hari Arafah, sedangkan fajar paling mulia sepanjang sejarah langit dan bumi adalah fajar kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Melalui momentum bulan Zulhijah, umat Islam diharapkan dapat memperbanyak ibadah, memperkuat doa, menjaga salat, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan kurban agar memperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....