Puasa Arafah Tetap Disunahkan meski Tak Menunggu Wukuf, Ini Penjelasannya

  • 19 Mei 2026 07:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Puasa Arafah tetap disunahkan dilaksanakan pada 9 Zulhijah sesuai penentuan hilal di masing-masing wilayah. Hal itu disampaikan Habib Muhammad Al Habsyi dalam kajian yang dilansir dari kanal YouTube Point Kajian Islam, Selasa 19 Mei 2026.

Habib Muhammad Al Habsyi menjelaskan, sejak masa sahabat dan tabi’in, umat Islam di berbagai wilayah seperti Mesir dan Syam melaksanakan puasa Arafah berdasarkan penanggalan di daerah masing-masing. Mereka tidak menunggu kabar pelaksanaan wukuf di Padang Arafah untuk menjalankan puasa sunah tersebut. “Karena itu, kita berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah menurut wilayah masing-masing,” ujar Habib Muhammad Al Habsyi.

Menurutnya, puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan wukuf di Arafah. Hari wukuf memang dilaksanakan pada 9 Zulhijah bagi jamaah haji, namun bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa Arafah tetap dianjurkan sesuai kalender hijriah di wilayahnya.

Ia mencontohkan, apabila suatu waktu ibadah haji ditiadakan sehingga tidak ada pelaksanaan wukuf di Arafah, umat Islam tetap disunahkan menjalankan puasa Arafah. Dengan demikian, hukum puasa Arafah dan wukuf memiliki kedudukan tersendiri dalam syariat Islam.

Habib Muhammad Al Habsyi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bingung ketika takbiran dimulai sejak 9 Zulhijah. Takbir Iduladha memang disunahkan dibaca mulai setelah salat Subuh pada 9 Zulhijah. “Setelah salat Subuh sudah disunahkan membaca takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd,” katanya.

Takbir juga dianjurkan dibaca setelah salat Zuhur, Ashar, dan Magrib hingga memasuki malam Iduladha. Bahkan, sebagian ulama menganjurkan memperbanyak takbir sepanjang malam menjelang 10 Zulhijah.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan doa selama awal Zulhijah, terutama pada Hari Arafah. Habib Muhammad Al Habsyi mengutip nasihat Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah SWT pada hari tersebut.

Menurutnya, orang yang bersungguh-sungguh berdoa dan beribadah pada Hari Arafah berpeluang mendapatkan keberkahan serta keutamaan sebagaimana mereka yang sedang wukuf di Padang Arafah.

Ia juga menyampaikan sebuah riwayat yang menjelaskan besarnya ampunan Allah bagi jamaah yang wukuf di Arafah. Bahkan, sebagian ulama menyebut termasuk kesalahan besar apabila seseorang yang telah wukuf masih meragukan ampunan Allah SWT.

Momentum Hari Arafah pun menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, zikir, dan doa demi meraih ampunan serta rahmat Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....