Keutamaan 10 hari Bulan Zulhijah
- 18 Mei 2026 15:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibandingkan amal saleh di malam-malam sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Bahkan, ketika itu sahabat pernah bertanya, “Ya Rasulullah, lebih mulia mana, beramal pada awal Zulhijah atau berjihad fisabilillah?”
Nabi SAW menjawab sekalipun jihad fisabilillah, tidak bisa mengalahkan keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Dilansir dari you tobe poinkajianislam, Senin 18 Mei 2026, Habib Muhammad Al Habsyi mengatakan kecuali orang yang berjihad hingga mati syahid, itu yang lebih istimewa.
Tidak ada yang bisa mengalahkan keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Jadi, apabila kita melaksanakan salat Asar, kemudian berzikir, mungkin bersedekah dan lain sebagainya,
Tidak ada yang lebih afdhal dibandingkan ibadah di masa-masa ini.
InsyaAllah, ibadah kita akan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Habib Muhammad Al Habsyi mengatakan ini khusus diberikan kepada umat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Bahkan, di dalam Al-Qur’an ketika Allah Ta’ala berfirman, "Wal fajr walayālin ‘ashr" (Demi waktu fajar dan demi sepuluh malam).
"Menurut sebagian besar ahli tafsir dimaksud adalah sepuluh malam pertama bulan Zulhijah, " ujar Habib Muhammad Al Habsyi.
Hal ini menunjukkan betapa mulianya sepuluh malam pertama bulan Zulhijah.
Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa sepuluh malam pertama bulan Zulhijah istimewa karena di dalamnya terkumpul semua jenis ibadah.
Ada zikir yang dianjurkan ucapan subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, wallahu akbar.
Kemudian di dalamnya juga ada puasa sunnah yang dianjurkan, yaitu puasa selama satu sampai sepuluh hari setiap hari.
Anda yang ingin berpuasa boleh berniat puasa sunnah Zulhijah, karena bulan ini termasuk bulan haram.
Jika ingin digabung dengan qadha Ramadan, boleh sehingga mendapatkan dua pahala sekaligus, yaitu qadha Ramadan dan puasa sunnah bulan Zulhijah.
Puasa wajib dan sunnah boleh digabung, sedangkan puasa wajib dengan puasa wajib tidak boleh digabung.
Misalnya, jika punya utang kafarat karena melanggar umrah, maka puasa wajib dengan puasa wajib qadha tidak boleh digabung.
Namun, puasa wajib dengan sunnah diperbolehkan, begitu pula sunnah dengan sunnah.
Selain puasa, ada juga sedekah, yaitu menyembelih hewan kurban yang merupakan mengeluarkan harta.
Kemudian juga ada ibadah haji yang tidak ada di waktu lain, khususnya wukuf di Arafah yang hanya boleh dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah.
Semua hal ini menunjukkan keutamaan sepuluh malam pertama bulan Zulhijah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....