Tiga Level Kerusakan Peradaban: Fahsya, Munkar, dan Baghyu
- 11 Mei 2026 20:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kehancuran suatu bangsa atau peradaban sering kali diawali dengan runtuhnya nilai-nilai moral dari tingkat individu hingga ke tatanan kekuasaan. Ustaz Mustamin Fattah membedah tiga larangan utama dalam Al-Qur'an yang ia sebut sebagai "trio kejahatan" yang mampu meluluhlantakkan tatanan kehidupan manusia.
Level pertama adalah Fahsya, yang merujuk pada keburukan moral pribadi yang melampaui batas syariat dan norma. Perbuatan keji seperti penyalahgunaan zat adalah bentuk kerusakan diri yang jika dibiarkan akan melemahkan karakter individu dalam sebuah masyarakat.
Level kedua adalah Munkar, yaitu segala sesuatu yang ditolak oleh akal sehat dan norma sosial secara umum. Kemungkaran mencakup tindakan kriminal dan sosial seperti pencurian, penipuan, hingga korupsi. Pada tahap ini, kerusakan sudah tidak lagi hanya bersifat pribadi, melainkan mulai mengganggu kenyamanan dan hak-hak orang lain di ruang publik.
Level yang paling destruktif adalah Baghyu, yang menurut Ustaz Mustamin berkaitan erat dengan ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuatan.
"Baghyu itu adalah kezaliman penindasan, dalam istilah kekinian itu abuse of power," ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Rabu, 29 April 2026. Tindakan sewenang-wenang ini merupakan puncak dari kerusakan peradaban.
Penjelasan dari Ustaz Mustamin menunjukkan, ketiga hal ini memiliki keterkaitan yang erat. yang saling mengunci satu sama lain. Ketika kekuasaan sudah rusak untuk menindas orang lain, maka hukum dan kebenaran tidak lagi memiliki nilai.
"Tiga level kerusakan peradaban manusia. Mulai dari kerusakan diri sendiri yaitu Al-Fahsya, kerusakan sosial yaitu Munkar, dan Al-Baghyu itu adalah kekuasaan yang rusak,” ucapnya.
Ustaz Mustamin berpendapat, kebaikan tanpa upaya mencegah kejahatan adalah sesuatu yang rapuh, sementara larangan tanpa pembangunan kebaikan akan terasa kering dan represif.
Ia mengajak umat Islam untuk mengambil pelajaran dari setiap fenomena ketidakadilan yang terjadi. Dengan memahami level-level kerusakan ini, diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap tanda-tanda keruntuhan moral di lingkungan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....