Makna Ihsan sebagai Puncak Spiritualitas dalam Islam
- 11 Mei 2026 20:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Islam tidak hanya menuntut umatnya untuk memenuhi standar minimal kewajiban, tetapi juga mendorong pencapaian level etika yang lebih tinggi, yaitu ihsan. Dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Rabu, 29 April 2026, Ustaz Mustamin Fattah mengupas tuntas bagaimana konsep ihsan menjadi penyempurna dari nilai keadilan yang telah dibangun sebelumnya.
Ihsan digambarkan sebagai bentuk kedermawanan dan kelapangan dada yang melampaui aturan formal. Jika adil adalah memberikan apa yang menjadi hak orang, maka ihsan adalah kerelaan untuk memberi lebih dari apa yang diwajibkan. Hal ini mencerminkan kematangan spiritual seseorang dalam berhubungan dengan Allah Swt maupun sesama manusia.
Ustaz Mustamin memberikan ilustrasi sederhana mengenai praktik ihsan dalam ibadah ritual dan sosial. Ia menyebutkan, sekadar menjalankan salat fardu atau membayar zakat sesuai takaran barulah sebatas menggugurkan kewajiban. Namun, ketika seseorang melebihkan pemberiannya atau meningkatkan kualitas ibadahnya, di situlah nilai ihsan terpancar.
"Sesungguhnya yang disebut ihsan itu adalah ketika kita mampu melakukan sesuatu lebih dari yang seharusnya kita lakukan," ujarnya. Motivasi di balik tindakan ini bukan lagi sekadar takut akan sanksi hukum, melainkan keinginan untuk meraih keridaan Allah Swt melalui keutamaan akhlak.
Konsep ihsan ini juga berperan sebagai pelumas dalam interaksi sosial agar tidak terasa kaku. Dengan adanya ihsan, gesekan antarpribadi dapat diredam karena masing-masing pihak memiliki sikap toleransi dan kemurahan hati yang besar. Masyarakat yang diisi oleh orang-orang yang berjiwa ihsan akan jauh dari konflik dan penuh dengan suasana saling mendukung.
"Ihsan itu berbuat baik lebih dari sekedar adil, yaitu memberikan keutamaan kedermawanan dalam berinteraksi dengan sesama manusia,” ucapnya. Puncak spiritualitas ini menuntut pengorbanan ego dan keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi lingkungan sekitar.
Ustaz Mustamin menekankan, menjadi pribadi yang ihsan di zaman yang tidak adil adalah sebuah tantangan luar biasa. Meskipun sulit, konsistensi dalam berbuat baik di tengah lingkungan yang buruk akan memberikan dampak positif yang signifikan. Ia berpesan agar setiap muslim terus memacu diri naik ke tingkat etika kasih sayang ini demi terciptanya peradaban yang lebih mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....