Amanah dan Keadilan Jadi Pilar Kehidupan Sosial
- 10 Mei 2026 16:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Amanah dan keadilan merupakan dua nilai penting yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama. Melalui kedua sikap tersebut, tercipta kepercayaan, ketertiban, serta hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Tema inilah yang diangkat dalam Program Tausiyah Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda yang kembali hadir menyapa pendengar, menghadirkan narasumber dari Muhammadiyah Kota Samarinda, Ustaz Deki Pramana.
Mengawali tausiyahnya, Ustaz Deki Pramana mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat ilmu yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk kemuliaan manusia. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Adam AS dimuliakan Allah karena ilmu yang diajarkan kepadanya.
“Kalau hewan saja bisa diangkat derajatnya karena ilmu, maka manusia tentu akan lebih mulia apabila hidupnya dibangun di atas ilmu dan pengetahuan,” ujar Ustaz Deki Pramana dalam tausiyahnya, dikutip Minggu 10 Mei 2026.
Ustaz Deki menekankan, amanah dan keadilan merupakan dua pilar penting dalam kehidupan. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 58 yang menjelaskan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk menunaikan amanah dan berlaku adil ketika memimpin atau mengambil keputusan.
Menurutnya, kerusakan masyarakat akan muncul apabila kedua nilai tersebut ditinggalkan. Ia juga mengingatkan, ketidakadilan menjadi salah satu penyebab kehancuran umat terdahulu sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Ustaz Deki kemudian mengisahkan peristiwa perempuan dari Bani Makhzum yang melakukan pencurian pada masa Rasulullah SAW. Saat itu, sejumlah sahabat meminta keringanan hukuman karena perempuan tersebut berasal dari keluarga terpandang. Namun Rasulullah menolak tegas perlakuan istimewa dalam penegakan hukum.
“Rasulullah menegaskan, kehancuran umat terdahulu terjadi karena hukum hanya ditegakkan kepada rakyat kecil, sementara kalangan elit dibiarkan. Bahkan Nabi mengatakan, jika Fatimah putrinya sendiri mencuri, maka hukum tetap ditegakkan,” katanya.
Selain kepada itu, Ustaz Deki juga menjelaskan Islam mengajarkan keadilan terhadap hewan dan makhluk hidup lainnya. Ia mengutip hadis tentang seorang wanita yang diazab karena menelantarkan seekor kucing hingga mati kelaparan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kezaliman sekecil apa pun tetap bernilai dosa di hadapan Allah SWT.
Ustaz Deki turut menyinggung fenomena pemimpin yang tidak amanah dan tidak adil. Ia mengutip nasihat Imam Hasan Al-Bashri yang menyebut pemimpin merupakan cerminan masyarakatnya. Karena itu, perbaikan bangsa harus dimulai dari pembentukan karakter masyarakat yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk memperbaiki diri dimulai dari lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari. Ia menilai budaya manipulasi, ketidakjujuran, dan menghalalkan segala cara harus dihentikan agar lahir generasi dan pemimpin yang adil serta amanah di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....