Keutamaan Sedekah Pagi Hari dan Kisah Bani Israil

  • 28 Apr 2026 13:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo – Dalam kitab Khulashoh Nurul Mukorrobīn dikisahkan sekelompok orang dari Bani Israil mengalami masa paceklik. Mereka kemudian bertanya tentang amalan yang dapat mendatangkan keridaan Allah SWT.

Melalui nabi pada masa itu, Allah SWT memberikan wahyu agar mereka bersedekah kepada fakir miskin sebagai jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi.

Dalam tausiyah yang disampaikan Muhammad Al-Habsyi, Selasa 28 April 2026, umat Islam dianjurkan untuk bersegera dalam bersedekah. “Banyak bala tidak dapat melewati sedekah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa waktu terbaik untuk bersedekah adalah pada pagi hari. Sedekah di pagi hari diyakini dapat menjadi sebab perlindungan dari berbagai bala dan musibah sepanjang hari.

Selain itu, dalam riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa sedekah mampu meredam kemurkaan Allah SWT dan mencegah seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sedekah harus dilakukan dengan adab, seperti tidak mengungkit pemberian serta memuliakan penerima. Umat juga dianjurkan untuk mencari orang-orang yang benar-benar membutuhkan, termasuk fakir miskin yang tidak meminta-minta.

Menurutnya, memberikan sedekah kepada fakir miskin yang menjaga kehormatan diri dan tidak mengemis dinilai lebih utama. Mereka yang bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT diyakini memperoleh balasan langsung dari-Nya.

Dalam penjelasannya, kata “sedekah” juga dimaknai memiliki nilai filosofis, yakni sebagai bentuk penjagaan, petunjuk, tuntunan, dan hidayah dalam kehidupan. Karena itu, sedekah sekecil apa pun tidak boleh diremehkan, sebab dapat menjadi jalan perubahan hidup menuju kebaikan serta mendatangkan rahmat Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....