Keberuntungan Mendapat Hidayah Allah SWT.
- 27 Apr 2026 14:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Harta dan kedudukan merupakan karunia yang Allah SWT berikan kepada siapa saja, baik kepada orang yang dicintai maupun yang tidak dicintai-Nya. Namun, rezeki berupa hidayah dinilai jauh lebih berharga dibandingkan dengan segala bentuk kenikmatan duniawi.
Dalam kajian yang disiarkan melalui kanal YouTube Ngaji, Selasa 27 April 2026, KH Muhammad Bakhiet menyampaikan, hidayah tidak diberikan secara sembarangan, melainkan hanya kepada hamba yang dikehendaki Allah SWT.
Ia menjelaskan, harta dunia dapat dimiliki oleh siapa saja tanpa memandang keimanan seseorang, baik orang beriman, fasik, maupun zalim. Namun, hidayah adalah anugerah khusus yang hanya diberikan kepada orang yang dicintai Allah SWT.
Menurut KH Muhammad Bakhiet, manusia seharusnya lebih bersyukur ketika mendapatkan hidayah daripada sekadar memperoleh harta dunia. Bahkan, ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan untuk terus berzikir kepada Allah SWT.
“Lebih beruntung kita jika bisa berzikir dibandingkan memiliki apa pun di dunia ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila seseorang istiqamah dalam zikir, maka besar kemungkinan akhir hayatnya akan ditutup dengan kalimat la ilaha illallah. Dalam pandangan para ulama dan wali, tidak ada keberuntungan bagi orang yang jauh dari Allah SWT, sebagaimana tidak ada kerugian bagi mereka yang dekat dengan-Nya.
KH Muhammad Bakhiet juga menjelaskan, zikir bukanlah amalan instan, melainkan proses panjang yang perlu dilatih sejak usia dini hingga dewasa. Karena itu, seseorang perlu membiasakan diri hingga hatinya benar-benar merasakan kedekatan dengan Allah SWT.
“Zikir adalah keberuntungan yang besar, bahkan melebihi apa pun di dunia,” katanya.
Ia menyebut, orang yang senantiasa berzikir akan dijadikan Allah SWT sebagai hamba yang hatinya selalu menghadap kepada-Nya, serta merasakan kenikmatan dalam beribadah. Mereka dikenal sebagai zakirullah atau orang yang selalu mengingat Allah.
Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung bahwa penyandaran nama kepada Allah SWT, seperti dalam sebutan Rasulullah, menunjukkan kemuliaan yang luar biasa. Sebab, penyandingan tersebut menjadikan seorang utusan memiliki derajat yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Kajian ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar senantiasa mendahulukan hidayah dan zikir dibandingkan kenikmatan dunia, demi meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....