Kerusakan Hutan Kutai Barat Diduga Libatkan Alat Berat

  • 23 Apr 2026 11:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Isu kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan dari Sarnelius, warga Kutai Barat (Kubar), pada program Halo Kaltim Kamis, 23 April 2026. Ia menilai bahwa kebakaran hutan tidak sepenuhnya disebabkan oleh masyarakat, melainkan juga diduga melibatkan aktivitas perusahaan serta penggunaan alat berat di kawasan hutan.

Dalam keterangannya, Sarnelius menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat dari pemerintah dan dinas terkait agar kerusakan hutan tidak terus meluas.

“Kebakaran hutan bukan disebabkan ulah masyarakat saja, namun juga diduga berasal dari aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan hutan,” ujar Sarnelius.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan alat berat seperti excavator dan traktor turut memperparah kerusakan ekosistem hutan di wilayah tersebut.

“Kerusakan hutan juga terjadi akibat aktivitas alat berat seperti excavator dan traktor di lapangan, sehingga perlu pengawasan serius dari pemerintah dan dinas terkait,” ucapnya.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang tegas, kerusakan hutan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berdampak pada lingkungan serta masyarakat sekitar.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan di Kutai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....