Kemuliaan Nabi Muhammad SAW oleh Habib Achmad AlHabsy
- 14 Apr 2026 11:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo- Dalam Tausiyah habib Achmad AlHabsy mengatakan derajat Nabi Muhammad sangat tinggi dan mulia.
Diriwayatkan bahwa setiap selesai salat, Nabi Muhammad selalu menengadahkan wajahnya ke langit dengan harapan Allah memindahkan kiblat ke arah Ka'bah, sesuai keinginannya.
Setiap hari beliau menunggu wahyu turun dari Allah, karena tampak jelas betapa seringnya beliau menatap langit.
Dilansir dari Tv Alwafa Tarim Selasa 14 April 2026. Menurut para ulama, Nabi Muhammad adalah manusia yang anggota tubuhnya paling banyak disebut dalam Alquran.
"Wajahnya disebut oleh Allah dalam Alquran, dada dan pundak bahkan suaranya pun disebut sehingga umat Islam dilarang meninggikan suara melebihi suara beliau SAW, " ujara Habib.
Allah SWT berfirman, "Kami telah melihat wajahmu yang engkau tengadahkan ke langit," lalu mengabulkan permohonan Nabi dengan memalingkan kiblat sesuai keinginannya.
Istri Nabi, Sayyidah Aisyah Ra, menyatakan bahwa Allah selalu bersegera mengabulkan keinginan Rasulullah.
Setiap kali Nabi memiliki harapan, Allah pun mengijabahinya, ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi mengajarkan kita agar hubungan dengan beliau kuat, karena tidak ada manusia yang bisa mendekati Allah kecuali melalui pintu beliau. Semakin kita mengenal Nabi, semakin kita menyadari betapa beliau mencintai kita.
Beliau merindukan kita bahkan sebelum kita lahir atau mengenalnya.
Ketika Allah menurunkan wahyu yang membuat Nabi ridho, hal yang paling diinginkan Nabi adalah keselamatan umatnya dari siksa neraka.
Pikiran beliau selalu tertuju pada keselamatan kita. Dengan mengenal cinta Nabi kepada kita, kita bisa membalas cintanya dan menambah rasa hormat kepada beliau.
Karena derajat Nabi sangat mulia, beliau tidak bisa disamakan dengan manusia biasa; beliau adalah sebaik-baik manusia.
Nabi pernah diberi kesempatan melihat surga oleh Allah. Pendengaran dan hati beliau jauh lebih istimewa dibandingkan kita. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, beliau dianugerahi keistimewaan khusus oleh Allah SWT.
Mohon maaf, apa yang keluar dari lisan kita kadang berupa ludah yang menjijikkan, tetapi ludah Nabi Muhammad berbeda. Ketika beliau meludahi tempat yang sakit pada seseorang, Allah memberikan kesembuhan pada orang itu.
Diriwayatkan dalam sebuah peperangan, Nabi berkata bahwa panji yang diberikan besok akan diberikan kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai oleh keduanya.
Keesokan harinya, para sahabat menantikan siapa yang akan dipilih, bukan untuk menjadi panglima perang, tetapi untuk mendapatkan kesaksian dari Nabi.
Ternyata yang dipilih adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sedang sakit mata dan tidak bisa berjalan kecuali dituntun.
Ali dibawa kepada Nabi, lalu Nabi meludahi bagian yang sakit, dan seketika Allah memberikan kesembuhan seolah-olah Ali tidak pernah sakit.
Dan Masih banyak riwayat sahabat yang mendapat kesembuhan dari Allah berkat ludah Nabi Muhammad SAW.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....