Kisah Keikhlasan dalam Beramal Hajah Zuhra Memperoleh Kedudukan Istimewa

  • 09 Sep 2026 17:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam perjalanan dakwah para ulama dan wali Allah, terdapat banyak kisah yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satunya adalah kisah kehidupan Al-Habib Ali bin Husein Al-Attas, seorang ulama besar yang dikenal karena kezuhudan, kewibawaan, serta kedekatannya kepada Allah SWT.

Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Rabu 9 September 2026, Habib Mahdi Bin Abdurrahman Al Athos mengisahkan dalam sebuah majelis, disampaikan bahwa Habib Ali bin Husein Al-Attas tidak pernah menetap di Bogor sebagaimana anggapan sebagian orang. Beliau lebih banyak tinggal di Jakarta dan memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat Betawi.

Istri beliau, Hajah Zuhra binti Biun, merupakan seorang wanita Betawi yang dikenal karena kesabaran dan kesetiaannya mendampingi sang habib. Pada masa itu, tidak sedikit orang yang memandang rendah kehidupan Habib Ali bin Husein karena kesederhanaannya.

Sebagian bahkan mengejek Hajah Zuhra karena memilih menikah dengan seorang ulama yang tidak mengejar kekayaan dunia.

“Mengapa mau menikah dengan orang Arab yang tidak memiliki harta dan pekerjaannya hanya mengajar dan mengaji?”, " ujar Habib Mahdi mengisahkan,

Namun Hajah Zuhra tidak pernah membalas ejekan tersebut. Ia memilih bersabar dan tetap mendampingi suaminya dalam suka maupun duka. Kesetiaan dan pengorbanannya menjadi bukti kecintaan yang tulus kepada seorang wali Allah.

Karena kemuliaan akhlaknya, Hajah Zuhra memperoleh kedudukan yang istimewa. Bahkan disebutkan bahwa beliau menjadi satu-satunya perempuan yang bukan dari kalangan syarifah yang dimakamkan di kawasan Al-Hawi, tempat yang sangat dihormati oleh para pecinta Ahlul Bait.

Habib Mahdi mengatakan dari kisah tersebut, para jamaah diingatkan agar tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan hidup. Seorang mukmin hendaknya lebih fokus mencari ridha Allah daripada mencari ketenaran di mata manusia.

Banyak ulama salaf yang justru menghindari ketenaran. Mereka mengutamakan keikhlasan dalam beramal dan membiarkan Allah yang mengangkat derajat mereka. Apa yang dilakukan Hajah Zuhra menjadi contoh nyata bagaimana kesabaran dan keikhlasan pada akhirnya mendatangkan kemuliaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dalam majelis itu juga diceritakan hubungan yang sangat erat antara Habib Ali bin Husein Al-Attas dan Habib Alwi bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Suatu ketika Habib Alwi berjanji akan singgah di Jakarta sepulang dari Palembang sebelum kembali ke Solo.

Namun takdir Allah berkata lain. Sepulang dari Palembang, Habib Alwi wafat dan kembali ke Jakarta dalam keadaan jenazah. Sebuah foto yang terkenal memperlihatkan Habib Ali bin Husein sedang memandang jenazah sahabatnya dengan penuh haru dan renungan.

"Kisah ini menggambarkan betapa para wali Allah sangat menjaga ucapan dan janji mereka. Hubungan mereka dibangun atas dasar kejujuran, cinta karena Allah, dan saling menghormati, " kata Habib Mahdi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....