Muhasabah Diri dan Ibadah Pasca Ramadan

  • 08 Apr 2026 04:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kepergian bulan suci Ramadan tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas dalam perilaku seorang Muslim. Ustaz Alfiannor menyerukan pentingnya melakukan muhasabah atau introspeksi diri untuk menilai sejauh mana proses pendidikan di bulan Ramadan telah mengubah kualitas hidup seseorang sebelum melangkah lebih jauh di bulan Syawal.

Dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Samarinda, Sabtu, 28 Maret 2026, ia menekankan Ramadan bukan sekadar rutinitas puasa yang datang dan pergi. Setiap orang harus berani bertanya pada diri sendiri apakah kebaikan-kebaikan yang dilakukan selama bulan tersebut benar-benar membekas atau hanya sekadar lewat tanpa makna.

Ustaz Alfiannor menjelaskan, bukti nyata dari keberhasilan Ramadan adalah keberlanjutan amal saleh di bulan-bulan berikutnya.

"Kita harus melakukan muhasabah atau intropeksi diri terhadap semua proses yang telah kita lewati selama bulan Ramadan. Berbekas pada diri kita, bekas banyak dengan bukti kita melaksanakan melanjutkan, tidak sekedar lewat saja," ujarnya.

Ustaz Alfiannor juga mengajak umat Islam untuk mengevaluasi secara mandiri mengenai ibadah yang telah dilakukan. Hal ini mencakup kuantitas seperti jumlah selesai membaca Al-Qur'an, maupun kualitas seperti kekhusyukan dalam salat tarawih dan ibadah lainnya.

Ia mengingatkan, introspeksi diri adalah perintah agama untuk mempersiapkan hari esok, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

"Kita harus bertanya kepada diri sendiri. Sudahkah kita maksimal dalam ibadah? Sudahkah kita salat melaksanakan salat tarawih penuh? Sudahkah kita mengaji khatam Al-Qur'an? Tanyakan pada diri kita," katanya.

Lebih lanjut, Ustaz Alfiannor menjelaskan, bulan Syawal juga menawarkan peluang ibadah tambahan seperti puasa enam hari yang pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Hal ini merupakan salah satu cara konkret untuk menunjukkan bahwa semangat Ramadan masih ada.

Dengan melakukan muhasabah yang jujur, seorang hamba diharapkan dapat memperbaiki kekurangan masa lalu dan menjadikannya pelajaran berharga. Ustaz Alfiannor menutup bahasan ini dengan mengingatkan bahwa setiap perbuatan, sekecil apa pun, pasti memiliki catatan di sisi Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....