Bakti kepada Orang Tua Jadi Kunci Keberhasilan Ibadah

  • 13 Apr 2026 10:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum Idulfitri menjadi tradisi saling memaafkan antar sesama. Ada sebuah kisah tentang doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah Saw. Salah satu poin doa tersebut adalah tidak diterimanya amal ibadah Ramadan seorang anak yang durhaka, atau belum meminta maaf kepada orang tuanya.

Dalam program Hikmah Pagi RRI Pro4 Samarinda, Ustazah Abnan mengingatkan jika ibadah kepada Allah Swt tidak bisa dipisahkan dari etika kemanusiaan, terutama kepada ayah dan ibu. Idul Fitri harus dijadikan titik balik untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Bagi mereka yang orang tuanya telah tiada, bakti tidaklah terputus. Ada tiga hal utama yang sangat dirindukan oleh orang tua di alam kubur dari anak-anak mereka.

‘’Pertama adalah kiriman doa dan istigfar yang tulus. Doa seorang anak diyakini mampu meringankan bahkan menghapuskan siksa kubur bagi orang tuanya,’’ ujar Ustaz Abnan, dikutip Senin 13 April 2026.

Hal kedua adalah melanjutkan kebaikan yang pernah dilakukan orang tua semasa hidup. Jika orang tua dikenal dermawan atau gemar silaturahmi, maka tugas anaklah untuk meneruskan warisan kebaikan tersebut.

Ketiga, orang tua sangat merindukan sedekah yang diniatkan atas nama mereka. Ustazah Abnan memberikan contoh sederhana, ‘’Sedekah wakaf Al-Qur'an yang pahalanya dihadiahkan untuk almarhum orang tua. Ini menjadi bentuk cinta dan bakti yang bisa dilakukan seorang anak yang masih hidup,’’ katanya.

Kisah ini juga menjadi pengingat untuk selalu intropeksi diri, jika hidup terasa penuh ujian dan kesulitan. Ujian tersebut berawal dari belum hadirnya rida orang tua dalam langkah yang kita ambil. Keberhasilan ibadah Ramadan adalah saat kita mampu memohon maaf dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik bagi keluarga dan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....