Perilaku yang Mengundang Murka Allah oleh Habib Muhammad
- 01 Apr 2026 09:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Dikisahkan dalam kitab Ihya, pada masa Nabi Isa Alaih Salam menjadi nabi, terjadi sebuah peristiwa tragis yang menimpa kaumnya, yaitu mereka meninggal secara bersamaan.
Suatu hari, Nabi Isa berjalan bersama para hawari murid-muridnya dan melewati sebuah tempat yang dipenuhi mayat bergelimpangan di jalan, bahkan sampai ke sisi kanan dan kiri rumah.
Nabi Isa berkata, "Orang-orang ini mati sekaligus karena murka Allah. Jika kematian mereka tidak bersamaan, pasti masih ada yang sempat menguburkan jasad-jasad ini."
dilansir dari you tobe Habib Muhammad AlHabsy. Melihat keadaan tersebut, para hawari memohon kepada Nabi Isa, "Ya Ruhullah, engkau dekat dengan Allah. Tolong panggil mereka, tanyakan apa sebabnya mereka bisa sampai mengalami hal ini, agar kita dapat mengambil pelajaran dari murka Allah yang menimpa mereka.
" Nabi Isa pun berjanji, "Nanti malam kita akan datang dan mencoba memanggil mereka, mudah-mudahan ada yang menjawab seruan itu dengan mukjizat yang Allah berikan kepadaku."
Pada malam harinya, Nabi Isa kembali ke tempat itu dan berseru, "Wahai orang yang tinggal di kampung ini!" Dari semua jenazah itu, ada seorang yang menjawab, "Labaik ya Ruhullah, aku menjawab panggilanmu wahai rohnya Allah."
Kemudian Nabi Isa bertanya, "Bagaimana keadaan kalian? Apa yang terjadi sehingga kalian berada dalam kondisi ini?.
Orang itu menjawab, "Malam itu kami tidur dalam keadaan aman, namun pagi hari kami mendapati diri kami sudah berada di neraka.
Jangan anggap hal ini mustahil. Banyak perubahan dan ujian datang begitu cepat hingga kita tak pernah menduga."
Dia melanjutkan, Kami tidur di rumah tapi kami bangun di neraka.
Oleh karena itu, mohon berlindunglah kepada Allah dari segala musibah dan kejadian mendadak yang membawa keburukan, dan minta agar diberikan kejadian mendadak yang baik dan membawa kebaikan."
Nabi Isa bertanya lagi, "Mengapa ini semua terjadi? Apa kesalahan kalian?.
Perbuatan apa yang menyebabkan kalian mendapat azab tersebut?
Orang itu menjawab, Karena kami sangat mencintai dunia dan taat kepada orang-orang yang bermaksiat.
Ketika ditanya bagaimana cinta mereka kepada dunia, dia berkata, Seperti kasih anak kecil kepada ibunya. Jika ibu datang ia senang, jika ibu pergi ia menangis.
Demikian pula ketika dunia datang kami bahagia, jika dunia pergi kami sedih dan menangis.
Nabi Isa heran, kenapa hanya kamu yang menjawab, sementara teman-temanmu tidak? Apa yang terjadi sebenarnya?
Orang itu menjelaskan, teman-temanku semua kini dipakaikan pelana neraka dan dibawa oleh malaikat yang keras dan tegas untuk mereka dihukum.
| Baca juga: Istiqamah Jadi Kunci Keimanan Manusia |
Aku berbeda, aku ada di antara mereka tapi aku hanya menyaksikan perbuatan mereka tanpa berkata apapun. Aku diam, tidak menasihati, tidak mengingkari dengan lisan maupun hati.
Dia menambahkan, saat ini aku berada di tepi jurang neraka, tak tahu apakah aku akan tergelincir masuk atau diselamatkan Allah.
“Ikhwani rahimakumullah, ternyata sebab murka Allah adalah ketika seseorang mencintai dunia sampai melupakan Allah, rela meninggalkan salat, enggan membayar zakat, dan menerjang larangan-Nya. Sebab kedua, taat kepada ahli maksiat, mengikuti gaya hidup mereka dan menjadikan maksiat itu contoh dalam hidup, “ ujar Habib Muhammad.
“Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mencintai Allah daripada dunia, menjaga amal shalih, dan menjauhi maksiat serta pengaruh buruk dari orang-orang yang berbuat dosa, “ ujar Habib.
Diakhir tausiyah Habib mendoakan kita, Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari murka-Nya dan meridhai setiap langkah kita. Aamiin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....