Perubahan Iklim Perburuk Kondisi Tambak dan Ekonomi Pesisir
- 31 Mar 2026 13:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kesejahteraan masyarakat pesisir yang bergantung pada tambak tradisional dilaporkan mengalami penurunan akibat memburuknya kualitas lingkungan perairan. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor budidaya perikanan di wilayah pesisir.
Masyarakat yang selama ini mengandalkan tambak konvensional dinilai semakin rentan terhadap perubahan lingkungan. Terutama pada tambak terbuka yang tidak lagi memiliki vegetasi mangrove sebagai penyangga alami ekosistem.
Dosen Studi Lingkungan Universitas Mulawarman, Esti Handayani Hardi, pada RRI menjelaskan penurunan kesejahteraan tersebut berkaitan erat dengan menurunnya produktivitas tambak. Hal ini terjadi karena kualitas lingkungan yang terus mengalami degradasi.
“Tambak tradisional yang terbuka dan tidak memiliki mangrove cenderung mengalami penurunan kualitas air dan substrat, sehingga hasil produksinya menjadi rendah,” ujarnya. Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menambahkan, perubahan suhu perairan, menurunnya kadar oksigen, serta meningkatnya tingkat polusi menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi tambak. Dampak dari perubahan tersebut tidak hanya dirasakan pada produksi, tetapi juga pada stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, tanpa upaya perbaikan sistem budidaya, kondisi ini akan terus berlanjut dan berpotensi memperparah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis lingkungan dalam pengelolaan tambak.
“Perlu ada transformasi ke sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan serta penguatan kembali ekosistem mangrove agar daya dukung tambak bisa meningkat,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kembali produktivitas tambak sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini dapat kembali membaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....