Hari Keterampilan Pemuda Sedunia Dorong Kompetensi Global
- 13 Jul 2026 08:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hari Keterampilan Pemuda Sedunia diperingati setiap 15 Juli sebagai momentum untuk menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan bagi generasi muda. Peringatan ini mendorong peningkatan kompetensi agar kaum muda siap menghadapi dunia kerja, memperoleh pekerjaan layak, dan mengembangkan kewirausahaan.
Peringatan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut juga menjadi wadah dialog antara pemuda, pendidik, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai program pengembangan keterampilan, pelatihan vokasi, serta pendampingan bagi generasi muda.
Dikutip dari National Today, Hari Keterampilan Pemuda Sedunia bertujuan menyoroti pentingnya keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja dan membangun usaha. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama dalam mempersiapkan pemuda menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.
Penetapan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia tidak lepas dari peran PBB dalam mendorong pemberdayaan generasi muda. Pada 2014, organisasi tersebut secara resmi menetapkan peringatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya pendidikan dan pelatihan keterampilan.
| Baca juga: Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi |
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, yang menjabat pada periode 2007 hingga 2016, turut berperan dalam mendorong lahirnya peringatan tersebut. Kepemimpinannya menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai bekal generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tingkat global.
Perserikatan Bangsa-Bangsa sendiri didirikan pada 24 Oktober 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, memberikan bantuan kemanusiaan, melindungi hak asasi manusia, serta menegakkan hukum internasional.
Seiring perkembangan zaman, PBB terus menyesuaikan perannya dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dekolonisasi, perubahan iklim, hingga krisis pengungsi. Saat ini, organisasi tersebut juga berupaya mewujudkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk mendorong peningkatan keterampilan generasi muda sebagai investasi bagi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....