IPG Kaltim Masih Rendah, Jadi Sorotan

  • 29 Mar 2026 18:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda: Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kalimantan Timur menjadi perhatian serius setelah berada di peringkat ke-35 dari 38 provinsi di Indonesia pada tahun 2026. Posisi ini menunjukkan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masih cukup lebar.

Kondisi ini dinilai menjadi paradoks, mengingat Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi dengan kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup perempuan secara merata.

Kabid Kualitas Hidup Perempuan DP3A Kaltim, Fahmi Rozano, mengatakan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. “Kami tidak ingin Kaltim terus berada di posisi bawah dalam indeks pembangunan gender,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya IPG adalah kontribusi ekonomi perempuan yang masih di angka 24 persen, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 37 persen. Banyak perempuan bekerja, namun tidak tercatat secara formal dalam sistem statistik.

Selain itu, keterbatasan akses pendidikan dan peluang kerja di beberapa wilayah juga menjadi faktor penghambat peningkatan IPG. Kondisi ini membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kesetaraan gender sekaligus meningkatkan posisi Kaltim di tingkat nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....