Balai Bahasa Kaltim Gencarkan Program "Peserta Didik Terbina Literasi"

  • 19 Jul 2026 13:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Guna mendongkrak indeks literasi nasional, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur terus bergerak meluncurkan berbagai program strategis. Rangkaian program edukatif ini dirancang secara berjenjang guna menyasar berbagai level usia sekolah.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Kaltim memiliki mandat khusus untuk mengasah keterampilan akaliah generasi muda. Implementasi program ini difokuskan langsung pada ekosistem sekolah sebagai lokus utama gerakan literasi.

Pendekatan yang dilakukan dibuat variatif disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini bertujuan melatih kemampuan kognitif anak agar mampu memahami teks secara mendalam.

Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Kaltim, Aminudin Rifai, menjelaskan bahwa untuk anak usia dini di sekolah dasar, fokus utama diarahkan pada pembangunan mental dan keberanian untuk mengekspresikan pemahaman mereka terhadap buku bacaan. Anak-anak distimulasi agar tidak hanya sekadar membaca pasif, melainkan mampu mencerna narasi dengan baik.

"Di program literasi itu memang ada yang menyasar ke remaja secara umumnya, tapi paketnya itu bernama ‘Peserta Didik Terbina Literasi’. Jadi nanti lokusnya sekolah. Di lokus sekolah itu, untuk SD melakukan kegiatan ‘Bimtek Cerdas Mengulas Buku’. Jadi bagaimana anak-anak SD itu berani untuk menceritakan buku yang dia baca," ujarnya pada program Literasi Digital di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Minggu, 19 Juli 2026.

Sementara untuk jenjang sekolah menengah, materi pembelajaran ditingkatkan secara signifikan guna melatih efisiensi dan ketajaman analisis. Pelajar SMP diajarkan teknik membaca cepat terukur, sedangkan siswa SMA diarahkan pada konsep membaca kritis analitis.

Konsep membaca kritis ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pentingnya metode pembelajaran mendalam. Siswa dilatih melakukan deep reading agar mampu menguliti teks dari berbagai dimensi pemikiran ilmiah.

"Untuk level SMA itu membaca kritis analitis. Jadi lebih meningkat, mungkin lebih ke kritis gitu. Istilah yang lebih dipopulerkan oleh Mendikdasmen itu kan ada deep learning, jadi itu deep reading gitu. Kalau membaca kritis itu jadi kita membaca secara deep, secara dalam," katanya.

Meskipun dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan geografis dan keterbatasan anggaran di lapangan, Balai Bahasa Kaltim berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini. Sentuhan literasi secara perlahan diharapkan mampu merata hingga ke sekolah-sekolah di pelosok daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....