Memahami Hambatan Komunikasi pada Anak Berkebutuhan Khusus

  • 23 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Komunikasi merupakan jembatan utama bagi setiap individu untuk berinteraksi dengan dunia luar. Namun, bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), komunikasi sering kali menghadapi kendala yang kompleks. Hambatan komunikasi mencakup kesulitan dalam menyampaikan pikiran, perasaan, hingga memahami pesan dari orang lain secara menyeluruh.

Banyak orang tua yang merasa cemas ketika anaknya belum mampu berbicara di usia tertentu, tanpa memahami akar permasalahannya. Padahal, komunikasi tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga non verbal yang mencakup ekspresi wajah, gestur, dan kontak mata yang sering kali terganggu pada ABK.

Pelaksana Program Stimulasi Wicara, Hurul Aini mengatakan hambatan komunikasi pada ABK sangat beragam. Ada anak yang benar-benar belum bisa berbicara, namun ada pula yang bisa berbicara tetapi isinya tidak sesuai dengan konteks pembicaraan. Rasa frustrasi karena tidak mampu menyampaikan keinginan, membuat anak memilih cara lain seperti menangis atau menarik tangan orang dewasa di sekitarnya.

"Hambatan komunikasi pada anak berkebutuhan khusus, itu biasanya adalah kondisi di mana anak mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan atau isi pikirannya dan perasaannya," kata Hurul Aini, dikutip Senin 23 Maret 2026.

Penyebab dari hambatan ini bisa bersifat internal maupun eksternal. Secara internal, faktor adanya gangguan fisik dan psikis menjadi pemicu utama. Namun, faktor lingkungan juga penting seperti kurangnya stimulasi dari orang-orang terdekat yang membuat kemampuan komunikasi anak tidak berkembang secara optimal.

Di era digital, tantangan ini semakin berat dengan maraknya penggunaan gawai pada anak usia dini. Paparan layar yang berlebihan tanpa interaksi dua arah dapat memperparah hambatan komunikasi. Anak menjadi terbiasa sebagai penerima informasi pasif, sehingga kemampuan mereka untuk berinteraksi secara sosial menjadi sulit berkembang.

Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi sangat penting bagi para orang tua. Semakin cepat hambatan tersebut diidentifikasi melalui asesmen profesional, semakin besar peluang anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Masyarakat perlu memahami jika setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda dan membutuhkan dukungan yang spesifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....