Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadan
- 15 Mar 2026 17:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Umat Islam kini memasuki fase puncak bulan suci dengan mengharap keutamaan 10 malam terakhir Ramadan 2026. Fase ini menjadi momentum krusial bagi kaum Muslimin untuk memburu kemuliaan malam Lailatulqadar.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 memprediksi awal 10 malam terakhir dimulai pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Periode ini secara teologis diyakini sebagai masa itqun minan naar, yaitu pembebasan manusia dari siksa api neraka.
Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta al-Misriyyah, mengatakan bahwa keutamaan 10 malam terakhir Ramadan terletak pada nilai ibadahnya yang setara dengan 83 tahun. Malam Lailatulqadar merupakan waktu ditetapkannya takdir tahunan dan turunnya rahmat Allah secara penuh ke seluruh bumi.
Pakar hukum Islam, Wahbah az-Zuhaili, dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menekankan pentingnya iktikaf sebagai sunah utama. Ia menyatakan bahwa syarat sah iktikaf adalah adanya niat serta aktivitas berdiam diri di dalam masjid jami’ secara fokus untuk beribadah.
Kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Abdurrahman as-Sudais, mengungkapkan bahwa pengampunan merupakan kunci keberkahan hidup. Ia menyarankan umat untuk konsisten melafalkan doa, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” guna meraih keutamaan 10 malam terakhir Ramadan.
Kemenag RI mengingatkan bahwa pencarian malam mulia ini diprioritaskan pada tanggal ganjil, yakni 11, 13, 15, 17, dan 19 Maret 2026. Meskipun tanggal pastinya merupakan rahasia Allah, konsistensi ibadah di akhir bulan tetap menjadi penentu kualitas ketakwaan seorang hamba.
Aspek sosial juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari keutamaan 10 malam terakhir Ramadan melalui kewajiban menunaikan zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengimbau masyarakat agar segera menyalurkan zakat fitrah maupun zakat mal melalui lembaga resmi sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskan bahwa momentum akhir Ramadan ini berfungsi memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran zakat yang tepat sasaran kepada para mustahik akan menyempurnakan ibadah puasa serta kepedulian antarsesama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa berpesan agar umat Islam tidak mengendurkan aktivitas ibadah meskipun kesibukan duniawi meningkat. Meraih keutamaan 10 malam terakhir Ramadan tetap dapat dilakukan melalui zikir dan sedekah, termasuk bagi perempuan yang sedang berhalangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....