Hubungan Erat antara Puasa dan Doa dalam Surah Al-Baqarah

  • 06 Mar 2026 20:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dalam program Dialog Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Kamis, 26 Februari 2026, Ustazah Farah Laa Ghibah menyoroti sebuah keunikan struktur dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Al-Baqarah. Ia menjelaskan, ayat mengenai doa secara sengaja disisipkan oleh Allah Swt di antara rangkaian ayat-ayat tentang perintah puasa.

Rangkaian ayat puasa dimulai dari ayat 183 hingga 187. Namun, sebelum menutup pembahasan puasa di ayat 187, Allah memasukkan pesan tentang kedekatan-Nya dan pengabulan doa di ayat 186. Hal ini, menurut Ustazah Farah, mengandung pesan teologis yang sangat dalam bagi orang yang berpuasa.

"Rangkaian ayat puasa bukan hanya di 183, tetapi rangkaian ayat tentang puasa adalah 183 sampai 187. Dan uniknya, tiga intisari utama dari bulan Ramadan dibahas di sini," ujarnya

Ustazah Farah menjelaskan, intisari tersebut meliputi kegiatan puasa itu sendiri, Al-Qur'an, dan diakhiri dengan urgensi berdoa.

Keunikan lain yang dibahas adalah gaya bahasa (uslub) yang ada dalam ayat 186 tersebut. Berbeda dengan ayat-ayat lain yang biasanya diawali dengan instruksi kepada Nabi Muhammad saw untuk menjawab pertanyaan sahabat (menggunakan kata Qul atau "Katakanlah"), pada ayat doa ini, Allah Swt langsung memberikan jawaban.

Ia menjabarkan, hal itu menandakan betapa dekatnya Allah Swt dengan hamba-Nya yang sedang berpuasa.

"Ketika mereka bertanya tentang doa, maka tidak perlu ada kata qul, tidak ada redaksi qul, tidak ada kata 'katakanlah wahai Muhammad'. Langsung jawaban: 'maka sesungguhnya Aku dekat'," ucapnya.

Penempatan ini menjadi jaminan bahwa ibadah puasa dan doa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....