Sejarah Peringatan Hari Perempuan Internasional
- 06 Mar 2026 13:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret adalah hari peringatan global yang merayakan pencapaian historis, budaya, dan politik perempuan. Hari ini juga diperingati sebagai bentuk dukungan untuk mengambil tindakan melawan ketidaksetaraan gender di seluruh dunia.
Perjuangan Hari Perempuan Internasional memiliki sejarah panjang. Dilansir National Today, Susan B. Anthony, seorang aktivis politik dan pendukung hak-hak perempuan, memperjuangkan Amandemen ke-14, setelah terjadinya perang saudara. Amandemen ini bertujuan memberikan kewarganegaraan kepada semua warga Amerika yang dinaturalisasi dan lahir di Amerika, dengan harapan hal itu akan mencakup hak pilih.
Meskipun Amandemen ke-14 disahkan pada tahun 1868, hal itu masih belum menjamin hak pilih mereka. Pada tahun 1869, Asosiasi Hak Pilih Perempuan Nasional (NWSA) didirikan oleh Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony untuk melanjutkan perjuangan hak-hak perempuan.
Pada awal abad ke-20, perempuan mengalami ketidakadilan upah, tidak memiliki hak pilih, dan dipaksa bekerja berlebihan. Sebagai respons terhadap semua hal ini, 15.000 perempuan berdemonstrasi di Kota New York pada tahun 1908 untuk menuntut hak-hak mereka.
Pada tahun 1909, Hari Perempuan Nasional pertama dirayakan sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika. Perayaan ini dilakukan pada Minggu terakhir Februari hingga tahun 1913.
Konferensi Perempuan Internasional diselenggarakan pada Agustus 1910 oleh Clara Zetkin, seorang aktivis hak pilih perempuan Jerman dan pemimpin di Kantor Perempuan. Zetkin mengusulkan agar Hari Perempuan Internasional diadakan setiap tahun, dan peringatan Hari Perempuan Internasional pertama kali diadakan pada tahun berikutnya di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dengan lebih dari satu juta orang menghadiri demonstrasi tersebut.
| Baca juga: Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi |
Pada 18 Agustus 1920, Amandemen ke-19 disahkan, dan perempuan kulit putih di Amerika Serikat diberikan hak pilih. Gerakan pembebasan terjadi pada tahun 1960-an, dan upaya tersebut mengarah pada pengesahan Undang-Undang Hak Pilih, yang memberikan hak pilih kepada semua perempuan.
Kini, perjuangan melawan ketidaksetaraan gender mengalami kebangkitan. Hari Perempuan Internasional setiap tahun sambil terus berjuang dengan harapan menciptakan masyarakat yang sepenuhnya setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....