BRMP Kaltim: Pupuk Organik Kunci Tanah Subur dan Sehat

  • 26 Feb 2026 11:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemahaman tentang pupuk organik dinilai penting di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian dan menurunnya kualitas lahan. Dalam dialog interaktif Pro 1 Radio Republik Indonesia Samarinda, penyuluh dan praktisi pertanian Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltim, Rosdina Napitupulu, menjelaskan secara rinci definisi serta manfaat pupuk organik bagi petani.

Menurutnya, pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. “Pupuk organik itu berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Bisa dari kotoran hewan, urinnya, jerami, atau sisa hasil panen,” ujar Rosdina kepada RRI, dalam program Suara Nusantara, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menambahkan, bahan-bahan tersebut baru dapat disebut pupuk setelah melalui proses pelapukan atau dekomposisi. “Ketika sudah mengalami pelapukan dan mengandung unsur hara yang bisa dimanfaatkan tanaman, barulah itu disebut pupuk organik,” kata Rosdina.

Penyuluh dan praktisi pertanian Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltim, Rosdina Napitupulu, saat dialog bersama RRI melalui zoom. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Dijelaskannya, manfaat utama pupuk organik adalah memperbaiki struktur tanah. Tanah yang gembur memiliki ruang-ruang pori yang mampu menyimpan air dan nutrisi lebih lama. “Struktur tanah yang baik itu sangat penting. Kalau tanah gembur, terbentuk ruang untuk menyimpan air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman,” ucapnya.

Sebaliknya, tanah yang padat tidak mampu menyimpan nutrisi dengan baik. Akibatnya, pupuk yang diberikan mudah hilang karena tercuci air hujan. “Kalau tanah padat, tidak ada ruang atau ‘gudang’ untuk menyimpan pupuk. Jadi kita harus bolak-balik melakukan pemupukan karena tidak tersimpan di situ,” ujarnya.

Selain memperbaiki struktur tanah, pupuk organik juga menyediakan unsur hara meskipun dalam jumlah lebih kecil dibanding pupuk anorganik. “Komposisi unsur haranya memang lebih kecil daripada pupuk kimia pabrik, dan nilainya bisa berbeda-beda tergantung sumbernya,” kata Rosdina.

Ia menjelaskan, kandungan unsur hara dari kotoran kambing berbeda dengan kotoran sapi atau limbah tanaman. “Dari limbah kedelai berbeda, dari limbah dapur juga berbeda. Itu yang membedakan pupuk organik dengan pupuk anorganik,” ucapnya.

Rosdina menegaskan, penggunaan pupuk organik secara seimbang dapat menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang. “Selain memperbaiki struktur tanah, pupuk organik juga menyediakan unsur hara untuk tanaman. Jadi bukan hanya tanamannya yang diberi makan, tetapi tanahnya juga dijaga kesehatannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....