Rahasia Hidup Tenang Menghadapi Gejolak Ekonomi

  • 22 Feb 2026 13:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena ketidakpastian masa depan sering kali menjadi faktor utama kegelisahan masyarakat modern. Mulai dari persoalan kebutuhan pokok yang fluktuatif, penghasilan yang tidak menentu, hingga sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Kondisi ini membuat seseorang tetap beribadah, namun hatinya merasa tidak tenang dalam menjalani kehidupan.

Ustaz Achmad Effendi, dari Sahabat Misykat Indonesia, dalam tausiyahnya menjelaskan fenomena tersebut dalam pandangan Islam. Kegelisahan berawal dari pemahaman yang keliru mengenai hakikat ujian hidup. Allah Swt telah menegaskan setiap hamba yang mengaku beriman pasti akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa.

''Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 155, dan sungguh kami akan menguji kamu dengan kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira pada orang yang sabar,'' ujar Ustaz Achmad Effendi, dikutip Minggu 22 Februari 2026.

Salah satu kunci untuk meraih ketenangan di tengah badai ekonomi, adalah dengan memperbaiki pemahaman tentang konsep tawakal. Selama ini, tawakal sering kali diartikan sebagai sikap menyerah atau melepas tanggung jawab begitu saja. Padahal, tawakal yang benar adalah sikap berserah diri yang harus diiringi dengan usaha atau ikhtiar.

''Ada suatu peristiwa di zaman Nabi Muhammad Saw, di mana seorang sahabat diingatkan untuk mengikat untanya terlebih dahulu sebelum bertawakal. Jadi untuk menjaga harta ya diikuti dengan usaha, setelah itu kita berserah diri kepada Allah apapun keputusannya,'' ujar Ustaz Achmad Effendi dalam program Hikmah Pagi Pro4 Samarinda.

Selain itu, rasa tenang muncul ketika seseorang meyakini bahwa rezeki telah dijamin dan tidak akan tertukar. Ustaz Achmad Effendi menjelaskan ''Rezeki yang sudah Allah tetapkan untuk kita, bagaimanapun caranya pasti akan kita dapatkan,'' katanya.

Sebagai iktiar menjaga ketenangan hati, umat Islam dianjurkan untuk tidak mudah putus asa dan terus berupaya mencari solusi. Ketenangan batin akan tumbuh ketika seseorang bertawakal kepada Sang Pencipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....