Tawakal yang Melahirkan Optimisme
- 07 Agt 2026 07:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kehidupan seorang muslim tidak akan pernah lepas dari berbagai ujian. Kegagalan, ketidakpastian, dan harapan silih berganti menjadi bagian dari perjalanan hidup.
Namun, dalam agama Islam, setiap ujian bukanlah alasan untuk tenggelam dalam keputusasaan. Ujian tersebut adalah kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui ikhtiar dan tawakal. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Rahmad dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur dalam siaran Mutiara Pagi RRI Senin 3 Agustus 2026.
Menurutnya, seorang mukmin dituntut untuk terus berusaha semaksimal mungkin sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan. Sikap inilah yang menjadi esensi tawakal.
"Dalam potongan ayat di surah Ali Imran ayat 159 Allah menyampaikan, maka bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal," kata Ustaz Rahmad.
Ustaz Rahmad menegaskan bahwa tawakal tidak boleh dimaknai sebagai sikap berpangku tangan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berusaha terlebih dahulu, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
"Tiga poin pelajaran buat kita dalam kita bertawakal dengan didahului dengan ikhtiar atau usaha itu adalah yang pertama kita berusaha dengan sungguh-sungguh. Kedua kita berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa taala pertolongan. Yang ketiga, menerima hasil dengan lapang dada," katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Rahmad menjelaskan bahwa optimisme merupakan salah satu karakter seorang mukmin. Optimisme bukan berarti semua keinginan akan selalu terwujud, melainkan keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi sikap putus asa. Keputusasaan hanya akan melemahkan semangat beribadah dan menghambat proses memperbaiki diri. Sebaliknya, harapan kepada Allah akan terus menguatkan hati untuk bangkit dan melangkah.
Karena itu, setiap muslim diharapkan senantiasa memelihara harapan dan tidak berhenti berusaha meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Ustaz Rahmad mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa memperbaiki kualitas ikhtiar, memperbanyak doa, dan membangun tawakal yang benar agar hati menjadi lebih tenang, langkah semakin mantap, serta kehidupan dipenuhi harapan terbaik dengan ridha Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....