Mahasiswa Unmul Inisiasi Bank Sampah, Bangun Kesadaran Lingkungan sejak Dini
- 20 Feb 2026 14:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan kampus terus digaungkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) melalui pengelolaan bank sampah. Gerakan ini lahir dari keresahan mahasiswa yang melihat masih rendahnya kesadaran memilah sampah sebelum program tersebut berjalan.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unmul, Arnold Sereno Gultom, mengakui sebelum adanya bank sampah, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih kerap terjadi. “Sebelum ada bank sampah, masih banyak oknum yang sengaja atau tidak sengaja membuang sampah sembarangan. Padahal sudah tersedia tempat sampah organik, anorganik, dan B3,” ujar Arnold kepada RRI, dalam program Green Radio dikutip Jumat 20 Februari 2026.
Ia menilai, edukasi yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil positif. “Setelah adanya bank sampah dan edukasi kepada mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif, mulai tumbuh kesadaran terkait isu lingkungan dan pentingnya memilah sampah,” ucapnya.
Menurut Arnold, keterlibatannya dalam bank sampah berawal dari keresahan pribadi. “Sebagai mahasiswa pertanian, saya merasa punya tanggung jawab terhadap isu lingkungan. Dari keresahan itu muncul keinginan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Arnold.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Fakultas Pertanian Unmul, Ananda Bayu Saputra, menjelaskan bank sampah tidak hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga media pembelajaran lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah “Go to School” yang menyasar siswa SD, SMP, hingga SMA.
“Kami turun langsung memberikan edukasi tentang cara memilah dan mengelola sampah. Ternyata masih banyak anak-anak yang belum mengetahui pengelolaan sampah yang tepat,” ujar Bayu.
Di tingkat mahasiswa, kampanye sadar sampah juga dilakukan saat momen wisuda melalui program “Sarjana Sadar Sampah (3S)”. “Saat wisuda, potensi sampah sangat besar. Kami ajak mahasiswa menabung kertas skripsi dan melakukan pungut sampah. Pernah dalam satu kegiatan kami mengumpulkan hampir setengah ton sampah,” ucapnya.
Bayu menuturkan kepeduliannya terhadap lingkungan telah tumbuh sejak kecil berkat didikan orang tua. “Sejak SD saya diajarkan bahwa kebersihan sebagian dari iman. Bahkan kalau punya sampah, saya simpan dulu daripada membuang sembarangan,” kata Bayu.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan anak. “Parenting sangat penting. Banyak anak membuang sampah sembarangan karena orang tua kurang memberi contoh. Ini yang perlu kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Bank Sampah Fakultas Pertanian Unmul sendiri resmi berjalan bertepatan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada Februari. Berawal dari lima orang penggagas, kini jumlah pengurus bertambah menjadi 15 orang dengan sekitar 300 nasabah dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
“Awalnya kami khawatir tidak diminati, tetapi alhamdulillah dalam dua tahun sudah 300 nasabah bergabung. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus konsisten,” ucap Bayu.
Selain itu, pihaknya juga aktif berkolaborasi dengan berbagai komunitas lingkungan di Samarinda untuk menjangkau lebih banyak anak muda. Melalui edukasi, kolaborasi, dan inovasi, mahasiswa Unmul berharap gerakan bank sampah mampu membangun budaya sadar lingkungan yang berkelanjutan di Kota Samarinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....