Balikpapan, Samarinda, dan Bontang Bersaing Ketat dalam Lomba PHBS Kaltim
- 14 Jun 2026 16:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan — Semangat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat terus digalakkan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Mulai awal Juni 2026, Tim Verifikasi Lapangan dari Provinsi Kaltim kembali turun ke lapangan untuk melakukan penilaian langsung dalam rangkaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).
Anggota Pokja 4 PKK Provinsi Kaltim, Nurul Wahda, mengatakan bahwa agenda verifikasi dipusatkan di wilayah RT 35 dan RT 36 Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan. "Ada dua tahapan penilaian berdasarkan dokumen. Laporan masuk ke provinsi, lalu kita seleksi," ucapnya kepada RRI di sela-sela penilaian berlangsung.
Beberapa poin penilaian yang disampaikan oleh Nurul meliputi dukungan pemerintah hingga dampak terhadap masyarakat, yang seluruhnya disesuaikan dengan pengecekan dokumen. Persaingan ketat kini sudah terlihat dari tiga kota andalan yang memiliki dokumen paling sesuai. "Kami sudah memeriksa dokumennya, dan yang masuk nominasi ada tiga kota, yaitu Balikpapan, Samarinda, dan Bontang," ujarnya.
Tim penilai menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan tentang manfaat nyata yang didapat dari berbagai indikator penilaian kebersihan lingkungan dan tatanan rumah tangga sehat.
Dalam kunjungan tersebut, tim verifikator mengevaluasi berbagai aspek penting yang menjadi pilar utama PHBS. Fokus penilaian mencakup penerapan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penggunaan air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga yang baik, kepemilikan dan pemanfaatan jamban sehat oleh warga, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah demam berdarah, serta larangan merokok di dalam rumah.
Camat Balikpapan Selatan, Muhammad Hakim, turut mendampingi langsung proses penilaian tersebut. Ia menyatakan bahwa RT 35 dan RT 36 mendapat kesempatan untuk mewakili Kota Balikpapan dalam lomba PHBS dan LBS tingkat Kaltim. "Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk menyesuaikan dokumen serta data yang dipresentasikan dengan fakta yang ada di lapangan," ujar Hakim.
Optimisme pun mengalir dari Camat Balikpapan Selatan ini. Ia berharap Balikpapan dapat mempertahankan gelar juara yang diraih pada tahun 2025. "Insyaallah, tahun ini kita dapat mempertahankan gelar tersebut," ucapnya.
Ketua RT 36 Kelurahan Gunung Bahagia, Rudi Widoyoko, juga menekankan pentingnya menjaga hidup sehat di lingkungan tempat tinggal serta merawat kerukunan antarwarga, khususnya di Kelurahan Gunung Bahagia. "Mudah-mudahan pada lomba kali ini kami bisa menjadi pemenang. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh warga. RT 36 memiliki moto 'SIAP', yang diambil dari kata Sehat, Indah, Aman, dan Peduli," ujarnya.
Rudi pun menambahkan beberapa indikator yang di presentasikan di RT 36 terkait lomba PHBS berupa penanganan ibu hamil serta pemberian ASI eksklusif pada bayi, Pemberantasan Sarang jentik nyamuk sampai inovasi batang pisang dirubah jadi pupuk kompos yang bisa digunakan warga, pembuatan barang daur ulang dari sampah non organik, bank sampah seperti sampah botol bekas bisa ditukar dengan sembako, kreasi PKK berupa pemanfaatan tumbuhan sekitar wilayah RT daun Kelor di olah menjadi puding dan cemilan renyah yang enak.
Kegiatan verifikasi ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan instrumen evaluasi untuk memastikan masyarakat benar-benar menjadikan PHBS sebagai gaya hidup sehari-hari. Pemerintah Kota Balikpapan senantiasa mendorong partisipasi aktif warga, mengingat suksesnya program kesehatan berawal dari kesadaran individu di lingkungan terkecil seperti RT.
Dengan adanya verifikasi tingkat provinsi ini, Kelurahan Gunung Bahagia diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) bagi wilayah lainnya di Balikpapan dan Kalimantan Timur dalam mewujudkan tatanan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....