Keutamaan Bulan Sya’ban, Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

  • 24 Jan 2026 12:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender hijriah yang sering kali luput dari perhatian umat Islam. Padahal, bulan ini memiliki kedudukan penting sebagai pengantar menuju Ramadhan. Keutamaan bulan Sya’ban menjadi tema tausiyah dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda, Rabu 21 Januari 2026.

Tausiyah tersebut disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nasrul, M.Pd.I., dosen Universitas Islam Negeri Sultan Haji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Sya’ban adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW melalui amalan-amalan ibadah.

Menurut Ustadz Muhammad Nasrul, Rasulullah SAW secara khusus menaruh perhatian besar pada bulan Sya’ban. Bulan ini kerap terabaikan karena berada di antara dua bulan besar, yakni Rajab dan Ramadhan. Padahal, Nabi Muhammad SAW justru memperbanyak ibadah, terutama puasa sunah, pada bulan tersebut.

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, padahal Rasulullah SAW justru memperbanyak puasa sunah di bulan ini setelah Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa Sya’ban memiliki keutamaan yang besar dan perlu kita muliakan,” ujar Ustadz Muhammad Nasrul.

Ia menjelaskan, puasa sunah di bulan Sya’ban memiliki hikmah sebagai latihan fisik dan spiritual sebelum memasuki ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan. Dengan membiasakan diri berpuasa sejak Sya’ban, umat Islam diharapkan lebih siap dan tidak merasa berat saat menjalani puasa Ramadhan.

Selain puasa, bulan Sya’ban juga dianjurkan untuk diisi dengan peningkatan ibadah lainnya, seperti memperbanyak shalat sunah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan beristighfar. Dalam tradisi para ulama, Sya’ban diibaratkan sebagai bulan “menyiram” setelah “menanam” di bulan Rajab, agar kelak dapat “memanen” pahala di bulan Ramadhan.

Keistimewaan lainnya terdapat pada malam Nisfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan Sya’ban. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkannya dengan berbagai ibadah, seperti qiyamul lail, shalat sunah, doa, dan muhasabah diri sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Nasrul juga menyinggung hadis tentang diangkatnya catatan amal pada bulan Sya’ban. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi pengingat agar setiap Muslim tidak hanya beramal, tetapi juga memastikan keikhlasan niat dan kesesuaian amalan dengan tuntunan Rasulullah SAW.

“Hadis tentang diangkatnya amal di bulan Sya’ban mengajarkan kita untuk bermuhasabah, tidak merasa bangga dengan amal yang telah dilakukan, dan selalu memperbaiki niat agar setiap ibadah benar-benar bernilai di sisi Allah SWT,” katanya.

Dengan pemahaman keutamaan bulan Sya’ban, umat Islam diajak untuk menjadikan bulan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan mempersiapkan lahir batin. Dengan demikian, Ramadhan dapat disambut dengan kesiapan spiritual yang lebih baik dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....