Gas Melon Langka, Pemkot Samarinda Lakukan Operasi Pasar

  • 12 Jun 2025 14:19 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pasca Iduladha, kelangkaan gas elpiji 3 kg mulai dikeluhkan masyarakat Samarinda. Harga di lapangan bahkan disebut-sebut melambung hingga Rp 43 ribu per tabung.

Menyikapi kondisi itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan langsung bergerak cepat. Operasi pasar gas subsidi akan digelar dua hari berturut-turut di dua kecamatan berbeda.

Salah satu pembeli pada operasi pasar di halaman kantor Siti Munawaroh kepada RRI mengatakan, sudah 2 hari terakhir mencari gas melon hampir di setiap warung.

“Saya sampai harus meluangkan waktu ke Kecamatan Samarinda Ulu, dan meninggalkan kegiatan mengajar mengaji hanya untuk mengantri di Operasi pasar di Kecamatan,” kata Siti.

Sementara di tempat yang sama, Pengawas perdagangan muda, Dinas Perdagangan Kota Samarinda Heni Kartika mengatakan, operasi pasar akan dilangsungkan di Kecamatan Samarinda Seberang. di Kecamatan Samarinda Ulu.

“Setiap kecamatan akan mendapat kuota sebanyak 560 tabung,” ujar Heni, Kamis (12/6/2025).

Heni menyebut, langkah itu merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Ia menegaskan distribusi gas subsidi harus tepat sasaran. Maka, mekanisme pembelian diatur secara ketat.

Antrian mengular masyarakat harus memiliki kartu kendali dan surat keterangan RT untuk membeli gas melon yang dijatah satu orang pertabung (Foto: RRI/Ridzki.M)

“Ada beberapa kriteria warga yang boleh membeli. Salah satunya adalah pemilik kartu kendali yang belum mendapat jatah karena keterlambatan waktu pengambilan,” katanya.

Sementara itu Camat Samarinda Ulu Sujono mengatakan, warga tidak mampu dengan surat keterangan dari RT juga berhak membeli. Pihaknya tidak membatasi hanya warga kecamatan setempat saja, selama memenuhi syarat, warga dari seluruh Samarinda bisa mengakses.

“Jika masih ada sisa tabung di akhir operasi pasar, barulah dibuka untuk umum,” ujarnya.

Dia menyinggung maraknya penyalahgunaan gas subsidi oleh pelaku usaha besar. Padahal gas melon itu diperuntukkan untuk warga miskin dan usaha kecil.

Heni juga menambahkan, Dinas Perdagangan Samarinda pun mendorong adanya rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Pertamina, serta para agen dan pangkalan.

Tujuannya adalah membangun komitmen bersama agar distribusi gas subsidi tepat sasaran.

Dia berharap masyarakat turut mengawasi dan tidak ikut mempermainkan distribusi. Jangan sampai subsidi yang mestinya untuk warga kurang mampu justru dinikmati oleh yang mampu. “Kalau tidak sesuai ketentuan, akan kami tindak khususnya di Samarinda Ulu,” katanya, mengakhiri.

Empat pangkalan di Samarinda turut andil dalam membagikan gas melon kepada masyarakat Samarinda bersama jajaran Kecamatan Samarinda Ulu (Foto: RRI/Ridzki).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....