Edukasi Dapur Melalui Aktivitas Memasak Bersama Anak
- 19 Jun 2026 17:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kegiatan memasak bersama dapat menjadi pilihan edukatif untuk mengisi waktu liburan sekolah anak. Aktivitas menyenangkan di dapur ini terbukti memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan mereka.
Anak usia sekolah dasar berusia enam hingga dua belas tahun menjadi target utama dalam program edukasi ini. Momentum liburan sekolah di rumah sangat tepat diisi dengan kolaborasi antara orang tua dan buah hati. Melalui kegiatan ini, koordinasi motorik anak dapat ditingkatkan melewati tingkat yang lebih menantang daripada sekadar menabur meses. Mereka diajarkan mandiri serta bertanggung jawab untuk merapikan kembali peralatan dapur.
Ditinjau dari aspek psikososial, aktivitas ini sangat efektif menumbuhkan kedekatan hubungan orang tua dan anak. Peneliti dari STKIP PGRI Pacitan, Eny Setyowati, menyatakan aktivitas memasak bersama anak tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah makanan, tetapi juga menjadi instrumen edukatif dan partisipatif yang efektif dalam menumbuhkan karakter positif serta keterlibatan aktif anak dengan dukungan penuh orang tua.
"Dampak psikologis ini membuat anak menjadi lebih percaya diri selama beraktivitas di rumah," katanya.
Selain pembentukan karakter, pelibatan anak di dapur mampu mengatasi masalah anak yang suka pilih-pilih makanan. Hasil kajian dari University of Nevada, Reno Extension di Amerika Serikat memvalidasi hubungan positif keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan. Saat menyentuh dan menghias bahan makanan secara taktil, resistensi psikologis anak terhadap sayuran atau buah akan menurun. Mereka merasakan adanya kebanggaan atas makanan sehat yang mereka rancang sendiri.
Dapur juga berfungsi sebagai laboratorium sains dan matematika yang sangat praktis bagi perkembangan kognitif anak. Berdasarkan publikasi ilmiah pada Jurnal Pendidikan 'Early Childhood', anak-anak dapat belajar konsep pecahan secara visual saat memotong pizza.
Pengukuran volume susu atau penimbangan berat tepung mengajarkan anak tentang pentingnya akurasi matematis dalam kehidupan nyata. Mengaduk adonan kue secara rutin dalam kegiatan memasak bersama di dapur juga terbukti melatih fungsi eksekutif otak anak.
Untuk menerapkan metode ini, orang tua dapat memfasilitasi anak membuat beberapa menu kreatif pilihan. Anak-anak bisa diajak meratakan adonan 'homemade pizza' lalu menyusun sosis, jamur, serta keju membentuk pola geometris.
Pilihan menu lain adalah membuat 'cupcake' monster dengan melatih teknik 'piping' sederhana menggunakan kantong segitiga. Sesi menghias ini memberikan kebebasan penuh kepada anak untuk mengekspresikan imajinasi mereka secara bebas.
Menu gurih seperti 'bento box' atau kotak bekal lucu juga dapat menyita kreativitas anak secara positif. Mereka bisa menggunakan cetakan nasi berbentuk hewan lalu menggunting rumput laut untuk membentuk mata dan mulut. Pembuatan burger mini warna-warni juga menjadi alternatif seru dengan membiarkan anak menyusun lapisan isi sesuai keinginan. Semua proses pembuatan menu tersebut dirancang agar anak merasa memiliki kontrol penuh atas makanannya.
Meskipun menyenangkan, faktor keselamatan di area dapur tetap harus menjadi prioritas utama bagi orang tua. Anak-anak sudah bisa diajarkan menggunakan pisau plastik tumpul khusus untuk memotong bahan lembut seperti pisang atau sosis. Namun, tugas menyalakan kompor gas atau mengeluarkan loyang panas dari oven wajib tetap menjadi porsi orang tua. Pembagian zonasi aman ini sangat penting demi menjaga kelancaran aktivitas tanpa menimbulkan risiko cedera.
Melalui panduan keselamatan yang tepat, kompetisi ramah menghias makanan antar-saudara juga dapat diterapkan demi menambah keseruan. Oleh karena itu, agenda memasak bersama dapat dijadikan pilihan utama demi mewujudkan liburan sekolah yang berkesan.
Institusi pendidikan Gowrie Victoria dalam laporan risetnya tahun 2025 menegaskan bahwa aktivitas kuliner anak melatih kemampuan merencanakan sesuatu. Sinergi ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga efektif merangsang kecerdasan anak sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....