Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi

  • 22 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setiap tanggal 22 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia (World Rainforest Day). Peringatan ini menjadi momentum global untuk mengingatkan kembali pentingnya hutan hujan sebagai penyangga kehidupan bumi sekaligus mendorong berbagai upaya pelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim dan deforestasi yang terus terjadi.

Hari Hutan Hujan Sedunia pertama kali digagas oleh Rainforest Partnership pada 2017. Organisasi tersebut menyebut peringatan ini sebagai gerakan global yang bertujuan memperkuat aksi kolektif dalam melindungi hutan hujan yang memiliki peran penting bagi iklim, keanekaragaman hayati, serta keberlangsungan kehidupan manusia.

Hutan hujan merupakan salah satu ekosistem terkaya di dunia. Menurut World Rainforest Day, meski hanya menutupi sekitar enam persen permukaan bumi, hutan hujan menjadi rumah bagi sekitar 50 persen keanekaragaman hayati daratan dunia. Ribuan spesies tumbuhan dan satwa bergantung pada ekosistem ini untuk bertahan hidup.

Selain menjadi habitat berbagai makhluk hidup, hutan hujan juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Ensiklopedia Britannica menjelaskan bahwa hutan hujan berperan penting dalam penyerapan karbon, pengaturan siklus air, pencegahan erosi, serta menjaga keseimbangan iklim global.

Namun, keberadaan hutan hujan saat ini menghadapi berbagai ancaman. Deforestasi akibat pembukaan lahan, aktivitas pertambangan, kebakaran hutan, dan perubahan iklim menyebabkan berkurangnya luas kawasan hutan di berbagai belahan dunia. Hilangnya tutupan hutan tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga mengurangi kemampuan bumi menyerap emisi karbon.

Bagi Indonesia, peringatan ini memiliki arti penting karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan kawasan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Hutan-hutan di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Sulawesi tidak hanya menjadi habitat satwa endemik, tetapi juga menopang kehidupan masyarakat melalui penyediaan air, pangan, serta sumber daya alam yang berkelanjutan.

Melalui Hari Hutan Hujan Sedunia 2026, masyarakat diajak untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah sederhana seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan produk yang berkontribusi terhadap deforestasi, mendukung rehabilitasi hutan, serta menjaga kawasan hijau di sekitar tempat tinggal dapat menjadi kontribusi nyata bagi masa depan bumi. Sebab, menjaga hutan hujan sejatinya berarti menjaga keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....