Dukung Swasembada Pangan, Irigasi Pertanian di Kota Bontang Diperkuat
- 17 Sep 2026 19:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kementerian Pertanian melalui koordinasi bersama pemerintah daerah mendorong penguatan dukungan sarana pertanian di Kota Bontang, Kalimantan Timur, untuk mendukung upaya swasembada pangan. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang serta peninjauan lahan sawah Kelompok Tani Sabar Menanti yang terdampak kekeringan, Rabu, 16 September 2026.
Koordinasi tersebut membahas pendampingan kegiatan strategis Kementerian Pertanian, khususnya terkait usulan bantuan yang dapat mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Kota Bontang. Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Pertanian dan Ketua Tim Kerja Penyuluh Kota Bontang.
Dalam koordinasi tersebut, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, menyampaikan sejumlah jenis bantuan yang dapat diusulkan melalui Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengairan dan sarana produksi pertanian.
“Beberapa bantuan yang dapat diusulkan antara lain irigasi tersier, irigasi pompa, irigasi pipa, dan benih,” ujar Ahmad Subhan.
Sementara itu, untuk kebutuhan pembangunan sumur dalam, embung, dan irigasi primer, usulan dapat disampaikan melalui SIPURI yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Skema tersebut menjadi bagian dari upaya mengarahkan kebutuhan infrastruktur pertanian sesuai kewenangan masing-masing kementerian.
Usai koordinasi, tim bersama penyuluh melakukan kunjungan lapangan ke lahan sawah milik Kelompok Tani Sabar Menanti. Lahan tersebut menjadi salah satu lokasi yang terdampak kekeringan sehingga membutuhkan perhatian terhadap kondisi pengairan.
Dalam peninjauan tersebut, kondisi saluran irigasi yang membutuhkan peremajaan turut menjadi perhatian. Perbaikan saluran diharapkan dapat mengembalikan fungsi pengairan secara optimal sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi.
“Koordinasi dan peninjauan langsung di lapangan diperlukan agar kebutuhan petani dapat teridentifikasi dengan tepat dan usulan bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada,” kata Ahmad Subhan.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, kebutuhan sarana pendukung pertanian diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Dukungan yang tepat sasaran diharapkan membantu mengatasi kendala pengairan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan produktivitas petani di Kota Bontang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....