TNI Bangun Jalan Usaha Tani, Akses Petani Kaltim Kini Makin Mudah

  • 16 Agt 2026 12:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pembangunan jalan usaha tani melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) mulai memudahkan akses petani di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Jalan tersebut membantu memperlancar pergerakan sekaligus distribusi hasil pertanian dari lahan menuju pasar.

Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan TMMD agar dapat membuka wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau. Misalnya, TMMD di Kutai Barat yang pada tahun ini sukses membuka jalan akses pertanian sepanjang 3.500 meter.

"Kita TMMD ini fokusnya membuka ruang-ruang sarana transportasi yang terisolasi. Termasuk jalan usaha tani di Kutai Barat, kemudian tahun 2024 juga di Kutai Kartanegara," ujar Danrem, dalam podcast bersama RRI Samarinda, Jumat, 14 Agustus 2026.

Supaya jalan usaha tani tersebut dapat tetap terjaga, Anggara juga meminta pemerintah daerah tidak membangunnya dengan konstruksi beton maupun aspal. Sebab, jalan yang permanen dikhawatirkan justru mendorong munculnya permukiman baru dan mengurangi lahan pertanian.

“Kalau yang namanya jalan usaha tani ya jalan yang diperkeras, bukan jalan yang dibeton dan diaspal, karena kalau diaspal akan muncul perumahan-perumahan dan ini mengurangi lahan existing,” ucapnya.

Meski kemudahan akses jalan mulai membuka peluang pemasaran hasil pertanian dan menekan biaya angkutan yang sebelumnya tinggi, menurut Anggara ada sebuah tantangan ketika produksi pertanian meningkat.

Salah satunya adalah permainan harga oleh pihak yang membeli hasil pertanian dari petani. Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan dukungan kepada petani melalui subsidi dan kebijakan harga. Karena itu, petani juga diharapkan bisa ikut menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Negara memberikan subsidi, petani juga harus mengabdi kepada negara. Jangan langsung beri kalau ada pembeli yang lebih mahal dari harga pemerintah, utamakan dulu stok pangan negara nasional. Baru lebihnya berikan kepada pasar,” ucapnya.

Anggara pun berharap pembangunan akses pertanian dapat berjalan beriringan dengan peningkatan produksi dan perlindungan lahan. Dengan begitu, jalan usaha tani tidak hanya mempermudah pergerakan, tetapi juga benar-benar memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kaltim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....