Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Kukar Perkuat Pengawalan Program Pertanian

  • 17 Sep 2026 19:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, mendorong para penyuluh pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara memperkuat pengawalan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya target Luas Tambah Tanam (LTT) September dan pelaksanaan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa, 15 September 2026.

Rapat koordinasi tersebut diikuti Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara serta para penyuluh pertanian se-Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan menjadi wadah untuk membahas target dan teknis pelaksanaan program pertanian strategis di tingkat lapangan.

Dua agenda utama menjadi pembahasan dalam rakor, yakni pencapaian target LTT untuk September serta teknis pelaksanaan PM-AAS. Kegiatan dibuka Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara, Darmi, S.P., M.P.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan mengapresiasi pelaksanaan koordinasi tersebut karena dinilai dapat menjadi ruang komunikasi dan diskusi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

“Koordinasi dan sinergi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk memastikan program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan secara optimal,” ujar Ahmad Subhan.

Ia juga menyoroti kondisi kekeringan yang terjadi saat ini. Menurutnya, usulan bantuan untuk mengatasi dampak kekeringan perlu segera dilakukan agar persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani dan tidak menghambat kegiatan pertanian.

Kondisi kemarau yang berlangsung saat ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau pada tahun-tahun mendatang. Evaluasi diperlukan untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kegiatan budidaya pertanian.

Terkait PM-AAS, Ahmad Subhan mendorong agar kegiatan tanam segera dilaksanakan sesuai dengan target yang telah disepakati. Percepatan pelaksanaan di tingkat lapangan dinilai membutuhkan pengawalan dan pendampingan yang konsisten dari para penyuluh.

“Untuk pelaksanaan PM-AAS, kegiatan tanam perlu segera dilaksanakan sesuai target yang telah disepakati, dengan pengawalan penyuluh agar penerapannya dapat berjalan di tingkat lapangan,” kata Ahmad Subhan.

Dalam rakor tersebut, BRMP Kaltim juga memberikan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan PM-AAS. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas para penyuluh dalam melakukan pendampingan, pengawalan, serta memastikan penerapan program pertanian modern berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....