Perkuat PM-AAS, BRMP Kaltim Tinjau Kesiapan Lahan di Penajam Paser Utara

  • 16 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui kegiatan monitoring dan peninjauan langsung lokasi program di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus melihat secara langsung kondisi di lapangan sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Monitoring dipimpin langsung Kepala BRMP Kaltim Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., bersama Katimker PPU. Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yakni Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, dengan luas lahan 15 hektare, serta Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru, dengan luas lahan mencapai 115 hektare.

Dalam kunjungan tersebut, BRMP Kaltim tidak hanya melakukan pengecekan kondisi lahan, tetapi juga berdiskusi secara langsung dengan para petani. Diskusi menjadi bagian penting untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya, baik yang berkaitan dengan faktor alam maupun kebutuhan terhadap dukungan teknologi pertanian.

Kepala BRMP Kaltim Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., menekankan pentingnya monitoring langsung agar pelaksanaan PM-AAS dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, masukan dari petani menjadi dasar penting dalam menentukan solusi dan dukungan teknologi yang tepat.

“Kita perlu melihat langsung kondisi lahan dan mendengar tantangan yang dihadapi petani, baik dari faktor alam maupun kebutuhan teknologi, sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Ahmad Subhan.

Melalui dialog bersama petani, sejumlah tantangan dalam proses budidaya turut diidentifikasi. BRMP Kaltim kemudian memberikan sejumlah masukan dan alternatif solusi yang dapat diterapkan petani ke depan, sekaligus membuka ruang untuk penguatan pendampingan dan penerapan teknologi pertanian modern.

Ahmad Subhan menambahkan, keberhasilan PM-AAS tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lahan dan penerapan teknologi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif petani serta dukungan penyuluh dan pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap inovasi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“Program ini harus kita kawal bersama. Sinergi antara petani, penyuluh, BRMP dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar teknologi pertanian yang diterapkan dapat berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan produktivitas,” ucapnya.

Pelaksanaan PM-AAS juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama penyuluh pertanian dan para pemangku kepentingan di daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan teknologi yang diterapkan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh petani serta memberikan dampak terhadap peningkatan hasil pertanian.

BRMP Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan PM-AAS melalui monitoring, pendampingan, serta penguatan sinergi dengan petani dan pemangku kepentingan. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pertanian yang semakin modern, produktif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan, sekaligus memperkuat program swasembada pangan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....