BRMP Kaltim Perkuat Pengawalan Hilirisasi Tanaman Perkebunan

  • 01 Sep 2026 11:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan terus diperkuat pemerintah melalui program hilirisasi tanaman perkebunan. Untuk memastikan program tersebut berjalan efektif hingga ke daerah, diperlukan koordinasi dan pemahaman yang sama antarinstansi, termasuk dalam mekanisme pengawalan serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur mengikuti Sosialisasi Pengawalan Program Kegiatan Hilirisasi Tanaman Perkebunan Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian ini berlangsung pada 28 hingga 29 Agustus 2026 di Ruang Rapat PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor.

Sosialisasi menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui forum ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pengawalan agar program hilirisasi tanaman perkebunan dapat dilaksanakan secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Perbenihan Perkebunan Ebi Rulianti, bersama Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Perkebunan Abdul Roni Angkat, serta Sekretaris Badan BRMP Handi Arief. Kehadiran unsur terkait tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan program hilirisasi dapat terlaksana secara terarah.

Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, menekankan pentingnya pengawalan yang dilakukan secara terkoordinasi agar pelaksanaan program di daerah tetap berada dalam koridor kebijakan yang telah ditetapkan.

“Pengawalan menjadi bagian penting untuk memastikan program hilirisasi tanaman perkebunan berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program hilirisasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi komoditas perkebunan, tetapi juga bagaimana hasil produksi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Karena itu, dukungan teknologi, koordinasi antarpihak, serta pengawalan program di daerah menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Sekretaris Badan BRMP, Handi Arief, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran dan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program hilirisasi.

“Sinergi dan kesamaan pemahaman antara pusat dan daerah diperlukan agar pengawalan program dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh petani serta pelaku usaha,” katanya.

Bagi BRMP Kalimantan Timur, keikutsertaan dalam sosialisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dalam mendukung pelaksanaan program pertanian, khususnya pengembangan sektor perkebunan. Pemahaman terhadap mekanisme pengawalan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan di daerah secara lebih efektif, transparan, dan sesuai sasaran.

Melalui pengawalan yang terencana dan sinergi yang kuat, program hilirisasi tanaman perkebunan tahun 2026 diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor perkebunan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Pada akhirnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing komoditas perkebunan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....