Bupati Sri Juniarsih: Petani Muda Adalah Masa Depan Pertanian Berau

  • 22 Agt 2026 03:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Persoalan regenerasi petani menjadi tantangan yang semakin nyata di Kabupaten Berau. Banyak petani berusia lanjut, sementara generasi muda masih enggan memilih sektor pertanian sebagai bidang kehidupan dan pekerjaan. Namun, suasana syukuran panen di Kampung Labanan Jaya, Kamis 20 Agustus 2026, menghadirkan optimisme baru.

Panen padi tidak hanya menjadi simbol keberhasilan petani menghadapi musim kemarau, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun masa depan pertanian Berau yang lebih modern dan diminati generasi muda.

Sebanyak 75 hektare lahan pertanian di Kampung Labanan Jaya tetap menghasilkan panen meskipun menghadapi kondisi kemarau yang cukup berat. Keberhasilan tersebut menunjukkan ketangguhan petani sekaligus pentingnya pengelolaan pertanian yang adaptif terhadap perubahan kondisi alam.

Di tengah kabar baik itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, tidak hanya berbicara tentang hasil panen yang telah dicapai, tetapi juga mengajak masyarakat melihat peluang pertanian dalam jangka panjang.

Salah satu langkah strategis yang diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian Berau adalah lahirnya Fakultas Pertanian yang akan bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB). Kehadiran pendidikan tinggi di bidang pertanian diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

"Dengan demikian, pertanian tidak lagi dipandang sebatas pekerjaan tradisional, tetapi sebagai bidang ilmu yang memiliki peluang besar untuk berkembang," ujar Bupati.

Sri Juniarsih juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian. Menurutnya, anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan kuno harus mulai ditinggalkan. Pertanian pada era modern membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, perencanaan, serta kemampuan membaca berbagai data.

"Karena itu, anak-anak muda Berau memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut, baik sebagai petani modern, pengusaha pertanian, peneliti, maupun tenaga profesional di bidang agrikultur," katanya.

Upaya modernisasi juga didukung melalui rencana bantuan alat pertanian yang sedang diusahakan pemerintah. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga manual.

"Jika dikelola dengan baik, teknologi pertanian dapat membuat proses pengolahan lahan, penanaman, hingga pemanenan menjadi lebih efektif. Kondisi ini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang dekat dengan teknologi untuk terlibat lebih jauh dalam dunia pertanian," ucap Bupati.

Pengembangan lahan sawah juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Melalui sinergi dengan TNI, pemerintah berupaya memperluas lahan sawah hingga 3,36 hektare. Perluasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi pangan sekaligus memperkuat ketersediaan beras bagi masyarakat. Dengan lahan yang semakin produktif dan dukungan teknologi yang memadai, sektor pertanian Berau memiliki peluang untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Tantangan alam juga tidak luput dari perhatian pemerintah. Kemarau yang dapat mengganggu produktivitas pertanian membutuhkan strategi adaptasi yang tepat. Pemerintah Kabupaten Berau bahkan mengupayakan rekayasa hujan buatan sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi tersebut.

Pendekatan ini menunjukkan, pembangunan pertanian modern tidak berarti melawan alam, melainkan mencari cara agar aktivitas pertanian dapat tetap berjalan dengan menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan.

Ke depan, gambaran pertanian Berau yang diharapkan adalah pertanian yang dikelola dengan pendekatan berbasis data dan teknologi. Generasi muda dapat memanfaatkan informasi cuaca untuk menentukan waktu tanam, menggunakan peralatan modern untuk meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

"Pertanian juga dapat menjadi bagian penting dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat di seluruh Kabupaten Berau," ujar Sri.

Syukuran panen di Kampung Labanan Jaya akhirnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan keberhasilan memanen padi. Di tengah tantangan regenerasi petani dan perubahan iklim, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pertanian masih memiliki masa depan yang besar. Dengan pendidikan, teknologi, dukungan pemerintah, dan keterlibatan generasi muda, sawah di Berau dapat menjadi ruang inovasi sekaligus sumber kemandirian pangan.

Labanan Jaya hari ini bukan hanya tentang padi yang berhasil dipanen setelah melewati kemarau. Lebih dari itu, Labanan Jaya menjadi gambaran tentang harapan baru bagi pertanian Berau. Ajakan untuk melibatkan generasi muda merupakan investasi bagi masa depan, agar profesi petani tidak semakin ditinggalkan, tetapi justru berkembang menjadi pekerjaan modern yang menjanjikan.

"Pertanian Berau pun diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan satu musim panen, melainkan terus tumbuh menuju pertanian yang tangguh, berteknologi, dan berkelanjutan," ucap Bupati mengakhiri. (DiskominfoBerau-IKP/yar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....